Kematian Jemaah Haji Jatim Tertinggi, Pemeriksaan Kesehatan Bakal Diperketat

redaksi

Fajarnews.co, Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkapkan Jawa Timur masih menjadi provinsi dengan jumlah jemaah haji meninggal dunia terbanyak pada musim haji 2026. Hingga pertengahan Juni, tercatat 65 jemaah asal Jawa Timur wafat di Tanah Suci.

Meski demikian, angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan musim haji tahun lalu yang mencatat lebih dari 100 kasus kematian. Namun, jumlah itu masih menjadi yang tertinggi dibandingkan provinsi lain di Indonesia.

Menurut Dahnil, sebagian besar jemaah yang meninggal memiliki riwayat penyakit penyerta atau komorbid. Penyakit yang banyak ditemukan antara lain gangguan pernapasan, pneumonia, penyakit jantung, hingga tekanan darah tinggi yang memperburuk kondisi kesehatan selama menjalankan ibadah haji.

Ia menilai usia bukan satu-satunya faktor yang menentukan kondisi kesehatan seseorang. Banyak jemaah lanjut usia yang tetap sehat dan mampu menjalankan rangkaian ibadah dengan baik, sementara sebagian yang lebih muda justru memiliki kondisi kesehatan yang rentan.

Tingginya angka kematian tersebut menjadi perhatian pemerintah untuk memperkuat penerapan istithaah kesehatan bagi calon jemaah haji. Pemeriksaan kesehatan sebelum keberangkatan akan diperketat, terutama bagi calon jemaah yang memiliki riwayat penyakit kronis.

Selain fokus pada aspek kesehatan, Kementerian Haji dan Umrah juga berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan bagi jemaah Indonesia selama berada di Arab Saudi. Upaya itu diharapkan dapat menekan risiko kesehatan sekaligus memberikan kenyamanan yang lebih baik selama pelaksanaan ibadah haji.

Pemerintah berharap langkah penguatan skrining kesehatan dan peningkatan layanan dapat menurunkan angka kematian jemaah pada musim haji mendatang.

Related Post

Tinggalkan komentar