Dua Warga Terluka Akibat Dugaan Peluru Nyasar di Kampus UNP, Investigasi Masih Berlangsung

redaksi

Fajarnews.co, Aktivitas di lingkungan Universitas Negeri Padang (UNP) mendadak berubah menjadi kepanikan setelah dua orang dilaporkan terluka akibat dugaan peluru nyasar pada Selasa (2/6) sore. Salah satu korban merupakan mahasiswi UNP, sementara korban lainnya adalah warga yang sedang berada di area kampus.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 WIB di kawasan alun-alun depan gedung rektorat. Saat itu sejumlah mahasiswa tengah berkumpul usai mengikuti seminar proposal dan merayakan hasil ujian bersama rekan-rekannya.

Menurut keterangan pihak kampus, kedua korban sedang duduk bersama beberapa mahasiswa ketika tiba-tiba terdengar suara yang diduga berasal dari arah luar kampus. Tak lama kemudian, dua orang diketahui mengalami luka akibat benda yang diduga proyektil peluru.

Korban mahasiswi bernama Nova Wirantika langsung mendapatkan penanganan medis dan harus menjalani operasi karena proyektil masih bersarang di bagian paha. Sementara korban lainnya, Guruh Guino, telah mendapatkan perawatan dan berada dalam kondisi yang terus dipantau tim medis.

Menanggapi kejadian tersebut, pihak Universitas Negeri Padang bergerak cepat dengan mengerahkan tim kesehatan kampus serta membawa korban ke rumah sakit menggunakan ambulans universitas. Rektor UNP juga segera berkoordinasi dengan aparat keamanan dan jajaran TNI untuk memastikan penanganan berlangsung cepat serta mengusut penyebab insiden.

Dugaan sementara mengarah pada aktivitas latihan menembak yang berlangsung di kawasan Lapai, sekitar 800 meter dari kampus. Namun hingga kini aparat militer masih melakukan penyelidikan untuk memastikan apakah proyektil yang mengenai korban benar berasal dari lokasi latihan tersebut.

Kapendam I/Bukit Barisan menyatakan investigasi masih berjalan dan belum ada kesimpulan resmi mengenai sumber peluru. Fokus utama saat ini adalah pemulihan korban sekaligus pengumpulan data lapangan guna mengungkap kronologi secara menyeluruh.

Pihak TNI juga memastikan akan memberikan pendampingan serta menanggung seluruh biaya pengobatan korban hingga proses pemulihan selesai. Sementara itu, keamanan di sekitar kampus diperketat untuk memberikan rasa aman kepada mahasiswa dan masyarakat yang beraktivitas di lingkungan universitas.

Insiden ini menjadi perhatian publik karena terjadi di area pendidikan yang pada saat itu masih dipadati mahasiswa. Berbagai pihak berharap investigasi dapat segera mengungkap penyebab pasti kejadian agar peristiwa serupa tidak terulang di masa mendatang.

Related Post

Tinggalkan komentar