Fajarnews.co,Kalimantan Timur – Tumpukan sampah yang selama ini menjadi persoalan lingkungan kini justru diproyeksikan sebagai sumber energi masa depan. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyiapkan pasokan hingga 1.270 ton sampah setiap hari guna mendukung operasional proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
Pasokan besar tersebut dibagi ke dalam dua kawasan utama. Wilayah Samarinda dan sekitarnya menyumbang sekitar 710 ton per hari, sementara kawasan Balikpapan Raya menyuplai sekitar 560 ton per hari.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup Kaltim, Andi Sitti Asti Suriaty, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi besar pengelolaan sampah berbasis energi yang terintegrasi. Persiapan pun tidak main-main mulai dari kerja sama lintas daerah hingga peninjauan lapangan oleh tim gabungan dari berbagai kementerian dan lembaga.
Tim tersebut melibatkan Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Dalam Negeri, serta Perusahaan Listrik Negara baik pusat maupun regional Kaltimtara, bersama pihak pendukung pembiayaan proyek. Mereka telah melakukan verifikasi langsung ke lokasi-lokasi yang diusulkan untuk memastikan kesiapan pembangunan.
Sumber sampah terbesar di kawasan Samarinda Raya berasal dari aktivitas warga kota, dengan tambahan pasokan dari wilayah Kutai Kartanegara. Sementara di Balikpapan Raya, suplai sampah juga akan diperkuat dari kawasan pesisir serta wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN).
Tak hanya soal volume, kesiapan infrastruktur juga menjadi fokus utama. Pemerintah daerah kini tengah mematangkan aspek lahan, sistem pengangkutan dari sumber, hingga ketersediaan air bersih sebagai penunjang operasional pembangkit.
Hasil peninjauan awal menunjukkan lokasi yang dipilih dinilai layak, dengan kondisi lahan relatif datar dan minim hambatan teknis. Meski demikian, proyek ini masih harus menyelesaikan sejumlah tahapan administratif, termasuk dokumen analisis dampak lingkungan (Amdal) dan perizinan penggunaan lahan.
PSEL di Kalimantan Timur dirancang sebagai bagian dari konsep kota masa depan yang berkelanjutan, terutama dalam mendukung pengembangan IKN. Selain mengurangi beban tempat pembuangan akhir, proyek ini diharapkan mampu menghasilkan energi sekaligus membuka nilai ekonomi baru dari pengelolaan sampah.
Jika berjalan sesuai rencana, Kaltim bisa menjadi salah satu pionir di Indonesia dalam mengubah persoalan sampah menjadi solusi energi yang berkelanjutan.



