Fajarnews.co,Samarinda – Gelombang kritik publik soal belanja fantastis rumah jabatan akhirnya berbuah keputusan tegas dari Rudy Mas’ud. Orang nomor satu di Kalimantan Timur itu menyatakan siap menanggung secara pribadi seluruh pengeluaran untuk perabot mewah yang dinilai tidak berkaitan dengan fungsi kedinasan.
Langkah ini diambil setelah masyarakat menyoroti proyek renovasi rumah jabatan di Samarinda yang nilainya mencapai Rp25 miliar. Sejumlah item seperti kursi pijat hingga akuarium air laut dianggap berlebihan dan memicu polemik.
Rudy mengakui bahwa meskipun perencanaan proyek tersebut sudah ada sebelum dirinya menjabat, tanggung jawab moral tetap berada di tangannya sebagai gubernur saat ini. Karena itu, ia memilih untuk tidak membebankan fasilitas non-prioritas tersebut kepada anggaran negara.
Tak berhenti di situ, ia juga menjanjikan evaluasi menyeluruh terhadap proyek renovasi tersebut. Audit terbuka akan dilakukan guna memastikan transparansi dan mencegah pemborosan anggaran di masa mendatang. Rudy bahkan menegaskan bahwa ke depan, fasilitas bagi pejabat daerah akan dirancang lebih sederhana dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Dalam langkah yang mengejutkan, Rudy juga melakukan penataan internal dengan mencopot anggota keluarganya dari jabatan di lingkungan pemerintah provinsi, termasuk posisi strategis dalam tim ahli percepatan pembangunan.
Di tengah sorotan publik, ia turut menyampaikan permintaan maaf atas pernyataan kontroversial yang sempat menimbulkan polemik. Ke depan, Rudy berjanji akan lebih berhati-hati dalam bersikap dan berkomunikasi, serta meningkatkan fokus pada kepentingan warga Kalimantan Timur.



