Fajarnews.co,Upaya percepatan digitalisasi pendidikan terus digencarkan di berbagai daerah. Di Kalimantan Timur, sebanyak 817 guru dari jenjang SMA, SMK, hingga SLB mengikuti pelatihan khusus untuk meningkatkan kemampuan mengajar berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
Program yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Timur ini menjadi bagian dari strategi memperkuat kualitas pembelajaran di era digital, sekaligus mendukung kebijakan nasional yang diusung Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Kepala UPTD Teknologi Komunikasi dan Informasi Pendidikan Disdikbud Kaltim, Muchamad Awaludin, menyampaikan bahwa pelatihan ini difokuskan pada peningkatan kreativitas guru dalam menyampaikan materi ajar melalui platform digital. Dengan pendekatan tersebut, diharapkan siswa dapat lebih mudah memahami pelajaran sekaligus lebih terlibat dalam proses belajar.
“Pemanfaatan teknologi bukan sekadar alat bantu, tapi menjadi bagian penting dalam menciptakan metode pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan generasi saat ini,” ujarnya.
Dalam pelatihan ini, para pendidik juga dikenalkan pada penggunaan perangkat pembelajaran modern seperti papan tulis interaktif digital atau Interactive Flat Panel (IFP). Teknologi ini dinilai mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan inklusif, terutama bagi sekolah di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).
Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur telah menyalurkan perangkat IFP ke sejumlah sekolah negeri di berbagai kabupaten/kota sejak 2023 hingga 2024. Langkah ini menjadi bagian dari penguatan infrastruktur pendidikan berbasis digital di daerah.
Pelatihan turut menghadirkan narasumber dari pusat, termasuk perwakilan Pusdatin Kemendikdasmen dan praktisi pendidikan digital. Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat adaptasi guru terhadap perkembangan teknologi sekaligus memastikan kualitas pembelajaran tetap terjaga.
Secara nasional, transformasi digital di sektor pendidikan menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam meningkatkan daya saing sumber daya manusia. Penguatan kompetensi guru dinilai sebagai kunci agar pemanfaatan teknologi tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar berdampak pada kualitas pembelajaran di kelas.
Dengan pelatihan ini, para guru diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih dinamis, interaktif, dan sesuai dengan tuntutan zaman.



