Fajarnews.co,Aksi unjuk rasa di Samarinda pada Selasa (21/4/2026) berlangsung panjang dan intens. Hingga sore hari, ribuan massa masih bertahan di dua titik utama, yakni Kantor DPRD dan Kantor Gubernur Kalimantan Timur, menyuarakan tuntutan mereka terhadap pemerintah daerah.
Aksi yang dimulai sejak siang sekitar pukul 11.30 WITA ini diawali dengan konsolidasi massa di kawasan Islamic Center Samarinda. Dari titik tersebut, massa kemudian melakukan long march menuju Gedung DPRD Kaltim di Jalan Teuku Umar, membawa mobil komando, pengeras suara, serta berbagai spanduk berisi tuntutan.
Unjuk rasa ini digelar oleh Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim yang melibatkan puluhan organisasi masyarakat sipil dan elemen mahasiswa. Sejak awal, aksi diprediksi diikuti ribuan peserta dari berbagai latar belakang.
Di depan Gedung DPRD Kaltim, massa mendesak legislatif untuk menjalankan fungsi pengawasan secara tegas serta mendorong dilakukannya audit menyeluruh terhadap kebijakan Pemerintah Provinsi Kaltim. Tuntutan ini mencuat di tengah kekhawatiran publik terkait potensi penyalahgunaan wewenang di lingkup pemerintahan daerah.
Sorotan juga mengarah pada hubungan antara Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, dengan Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, yang diketahui memiliki hubungan keluarga.
Dari DPRD, massa kemudian melanjutkan aksi ke Kantor Gubernur Kaltim di Jalan Gajah Mada. Aparat kepolisian tampak bersiaga dengan pengamanan ketat, termasuk pemasangan kawat berduri di sekitar pagar kantor gubernur.
Di lokasi tersebut, massa kembali menegaskan tuntutan mereka agar pemerintah provinsi menghentikan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Kritik juga diarahkan pada sejumlah kebijakan yang dinilai kontroversial, seperti pengadaan kendaraan dinas dan renovasi rumah jabatan dengan nilai miliaran rupiah.
Aksi hingga sore hari berlangsung dengan pengawalan aparat, sementara massa tetap bertahan menyuarakan aspirasi mereka di pusat pemerintahan Kaltim.



