Kutai Kartanegara, Selasa (31/03/2026) – Komunitas BMX di Kutai Kartanegara (Kukar) mulai merasakan perhatian dari pemerintah daerah, menyusul adanya kunjungan langsung untuk melihat kondisi fasilitas dan aktivitas komunitas di lapangan.
Perwakilan komunitas BMX Kukar, Deri atau yang akrab disapa Gemon, mengungkapkan rasa syukurnya atas perhatian tersebut. Ia menyebut, selama ini komunitas BMX jarang dilibatkan dalam pembangunan maupun pengembangan fasilitas.
“Alhamdulillah, sekarang pemerintah sudah mulai memperhatikan kami. Sebelumnya kami hampir tidak pernah dilibatkan,” ujarnya.
Meski demikian, dalam hal pembinaan dan keikutsertaan dalam event, para atlet BMX Kukar masih mengandalkan kemampuan dan dukungan pribadi. Deri mengaku kerap mengikuti kejuaraan tingkat nasional dengan biaya dari sponsor, bukan dari pemerintah.
“Saya sering ikut event nasional, bahkan keliling Indonesia. Tapi itu semua dari sponsor pribadi. Bulan April ini saya juga akan berangkat lagi,” katanya.
Ia berharap ke depan pemerintah dapat menghadirkan event berskala lebih besar, bahkan hingga tingkat internasional, agar atlet daerah memiliki ruang untuk berkembang dan bersaing dengan daerah lain seperti Jawa dan Sumatera.
Namun di sisi lain, Deri juga menyoroti kualitas pembangunan skatepark yang dinilai belum sesuai standar. Ia menegaskan pentingnya melibatkan komunitas dalam proses pembangunan agar fasilitas yang dibuat benar-benar fungsional.
“Kalau bikin fasilitas, seharusnya komunitas dilibatkan. Karena kami yang pakai. Ada beberapa bagian yang seharusnya untuk trik, tapi malah seperti tembok, jadi tidak bisa dimainkan,” ungkapnya.
Ia juga mengkritisi desain fasilitas yang dinilai tidak tepat, termasuk penggunaan istilah teknis yang keliru. Menurutnya, beberapa bagian yang disebut sebagai “bowl” justru tidak sesuai dengan bentuk yang seharusnya.
“Yang disebut bowl itu sebenarnya bukan bowl, tapi quarter. Bowl itu bentuknya bulat seperti kolam. Kalau seperti ini, terkesan jadi buang-buang anggaran,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyebut komunitas BMX di Kukar sebenarnya cukup banyak, namun belum berkembang optimal karena keterbatasan fasilitas dan kurangnya informasi terkait keberadaan skatepark.
“Komunitas itu banyak, tapi banyak juga yang tidak tahu skatepark ini. Selain itu, pembangunannya juga belum standar, jadi kurang menarik untuk digunakan,” tutupnya.



