Fajarnews.co,Kutai Kartanegara – Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-XXI, Aji Muhammad Arifin, kembali menegaskan agar insiden dirinya duduk di belakang dalam kegiatan resmi tidak terulang di masa mendatang. Penegasan tersebut disampaikan menyusul kunjungan Gubernur Kalimantan Timur ke Kedaton Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Kamis (15/01/2025).
Insiden posisi duduk Sultan sebelumnya terjadi saat menghadiri peresmian proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Dalam acara tersebut, Sultan Aji Muhammad Arifin diketahui tidak ditempatkan di barisan depan bersama para pejabat tinggi negara, sehingga menjadi sorotan publik.
Menanggapi hal itu, Sultan Aji Muhammad Arifin menyampaikan bahwa dirinya telah menyampaikan langsung persoalan tersebut kepada Gubernur Kalimantan Timur sebagai bahan evaluasi bersama, sekaligus agar masyarakat memahami duduk persoalan yang sebenarnya.
“Mungkin apa yang saya sampaikan kepada Gubernur tadi bisa menjadi tolak ukur kita untuk bicara di ruang ini, supaya masyarakat mengerti. Kejadian kemarin itu mungkin Pak Gubernur sudah minta maaf kepada kita, dan di waktu yang lain jangan sampai terulang lagi,” ujarnya.
Sultan menegaskan, peristiwa serupa bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, kejadian hampir sama juga dialami saat agenda nasional terkait Ibu Kota Nusantara (IKN) yang dihadiri Presiden Joko Widodo.
“Karena sudah dua kali kejadian ini. Pertama waktu IKN sama Presiden Jokowi, yang kedua sama Pak Prabowo. Jangan sampai timbul lagi,” tegasnya.
Ia berharap ke depan seluruh pihak, khususnya penyelenggara kegiatan resmi, lebih memahami dan memperhatikan aspek protokoler serta penghormatan terhadap adat dan lembaga Kesultanan Kutai Kartanegara.
“Supaya masyarakat mengerti, paham. Artinya siapa yang berbuat salah itu minta maaf. Mungkin itu yang kita sampaikan,” tambahnya.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud membenarkan bahwa hari ini dirinya mendatangi Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura untuk melakukan tabayun sekaligus menyampaikan klarifikasi secara langsung.
“Hari ini kita ada di Kedaton Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Pertama, kita melaksanakan tabayun dan memahami arahan serta advice dari Kesultanan berkaitan dengan protokoler setiap kegiatan yang ada di Kalimantan Timur,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pertemuan tersebut menjadi bahan introspeksi bagi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam menempatkan unsur adat dan kehormatan daerah pada setiap kegiatan resmi.
“Intinya di mana bumi dipijak, di situlah langit dijunjung. Ini akan menjadi introspeksi kami bagaimana menempatkan sesuatu itu pada tempatnya,” jelasnya.
Rudy Mas’ud juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Sultan Kutai Kartanegara atas arahan dan masukan yang diberikan. Menurutnya, hal tersebut menjadi pelajaran penting bagi pemerintah daerah, lembaga vertikal, hingga pihak pusat agar kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.



