Kutai Kartanegara – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melakukan uji coba hydrant kering sebagai solusi pemadaman kebakaran di wilayah pesisir dan kawasan permukiman yang minim sumber air tawar.
Kepala Damkarmatan Kukar, Fida Hurasani, mengatakan uji coba hydrant ini berangkat dari kondisi sejumlah kampung pesisir dan danau yang rawan kebakaran, namun tidak memiliki ketersediaan air yang memadai. Sementara air laut dan air payau tidak dapat digunakan sembarangan karena berpotensi merusak mesin pemadam.
“Pemadam kebakaran itu kuncinya di air. Kalau sumber airnya tidak siap, penanganan di lapangan pasti terkendala,” ujarnya, Rabu (07/01/2025).
Ia menjelaskan, hydrant kering yang diuji coba tidak bergantung pada jaringan PDAM. Sistem ini memanfaatkan sumber air yang tersedia, mesin pemadam yang dimiliki Damkarmatan, serta jaringan pipa standar yang mampu menyalurkan air dalam jarak cukup jauh.
Dalam uji coba tersebut, aliran air dari hydrant kering berhasil menjangkau jarak hingga sekitar satu kilometer dengan tekanan yang dinilai masih aman dan stabil. Hasil ini disebut berada di luar perkiraan awal pihak Damkarmatan.
“Alhamdulillah, hari ini bisa kita buktikan. Dengan tekanan tertentu, air tetap bisa sampai meski jaraknya jauh,” jelasnya.
Uji coba hydrant kering ini turut disaksikan Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin sebagai bentuk pembuktian langsung atas solusi yang ditawarkan Damkarmatan. Hal ini sekaligus menjawab arahan agar layanan pemadam kebakaran tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau daerah pesisir dan permukiman rawan.
Menurut Fida, sistem hydrant kering ini relatif sederhana dan realistis diterapkan di berbagai wilayah. Selama tersedia sumber air, mesin, dan pipa sesuai standar, pemadaman dapat dilakukan tanpa bergantung pada suplai air dari mobil pemadam yang terbatas.
“Ini memang sederhana, tapi efektif. Dengan satu titik hydrant, kita bisa menjangkau dua sampai tiga RT di wilayah rawan,” pungkasnya.



