Rencana masuknya Pakuwon Group ke Kutai Kartanegara (Kukar) dipandang pemerintah daerah sebagai peluang strategis untuk memperkuat struktur ekonomi lokal, di tengah upaya mengurangi ketergantungan pada sektor ekstraktif.
Pemerintah Kabupaten Kukar tengah menjajaki investasi dari pengembang properti nasional tersebut untuk pembangunan pusat perbelanjaan. Jika terealisasi, proyek ini tidak hanya berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga memperluas basis ekonomi berbasis jasa dan konsumsi.
Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, mengatakan komunikasi dengan manajemen Pakuwon Group telah dilakukan melalui sejumlah pertemuan, termasuk di Jakarta. Investor disebut tengah mencari lahan untuk dibeli sebagai bagian dari rencana pengembangan jangka panjang.
“Kalau kesepakatan tercapai, ini bukan investasi jangka pendek. Mereka ingin membeli lahan dan membangun secara permanen,” kata Rendi, Rabu (7/1/2025).
Pakuwon Group dikenal sebagai salah satu pengembang pusat perbelanjaan terbesar di Indonesia. Pemerintah daerah menilai kehadiran pemain besar di sektor ritel modern dapat menciptakan multiplier effect bagi ekonomi Kukar, mulai dari sektor perdagangan, jasa, hingga usaha mikro dan kecil.
Sebagai pembanding, investasi Pakuwon Group di Kota Bontang disebut mampu menyumbang PAD hingga miliaran rupiah per tahun, terutama dari pajak hiburan, parkir, dan retribusi lainnya. Bagi Kukar, kontribusi tersebut dinilai penting untuk memperkuat fiskal daerah di luar dana transfer pusat.
Di sisi ketenagakerjaan, pembangunan satu pusat perbelanjaan diperkirakan dapat menyerap sekitar 1.500 tenaga kerja. Pemerintah daerah menyatakan akan mendorong prioritas perekrutan tenaga kerja lokal, terutama pada sektor ritel, keamanan, kebersihan, dan layanan pendukung.
Namun, sejumlah pengamat menilai investasi ritel modern juga perlu diimbangi dengan kebijakan perlindungan bagi pelaku usaha kecil agar tidak tergerus. Pemerintah daerah menyatakan tengah menyiapkan skema integrasi UMKM lokal ke dalam ekosistem pusat perbelanjaan.
Pemkab Kukar saat ini masih mengkaji lokasi yang paling sesuai dengan kebutuhan pengembang dan rencana tata ruang wilayah. Keputusan akhir akan sangat menentukan keberhasilan investasi, baik dari sisi kelayakan ekonomi maupun dampak sosial jangka panjang.
Bagi pemerintah daerah, masuknya Pakuwon Group diposisikan bukan sekadar pembangunan pusat perbelanjaan, melainkan bagian dari strategi diversifikasi ekonomi Kukar menuju struktur ekonomi yang lebih berkelanjutan.



