Tragedi SLU 2025: Pegawai Kemenpar dan Kemenag Meninggal Saat Lomba

redaksi

Peserta Siksorogo Lawu Ultra 2025 yang meninggal dunia dibawa ke rumah keluarga. Foto/Solopos/Indah Septiyaning Wardani

Fajarnews.co, Karanganyar – Dua peserta lomba lari ekstrem Siksorogo Lawu Ultra (SLU) dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti ajang tersebut di lereng Gunung Lawu, Karanganyar, Minggu, 7 Desember 2025. Kedua korban diketahui merupakan pegawai Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan Kementerian Agama (Kemenag). Hingga kini, aparat kepolisian masih menelusuri penyebab kematian keduanya.

Polres Karanganyar menerjunkan Tim Inafis serta unit olah tempat kejadian perkara (TKP) ke jalur lomba untuk mengumpulkan informasi. Berdasarkan data awal, kedua peserta dilaporkan kolaps di rute yang berbeda waktu. Korban pertama yang meninggal adalah Sigit Joko Purnomo, Kepala Biro Umum Kemenpar, yang juga merupakan kerabat dari mantan Kepala Disdagnaker Karanganyar, Martadi.

Jenazah Sigit berhasil dievakuasi terlebih dahulu dan langsung dibawa menuju RSUD Karanganyar. Proses visum luar kemudian dilakukan sebelum jenazah diserahkan kepada keluarga. “Keluarga meminta hanya visum luar dan tidak dilakukan visum dalam. Jenazah sudah dibawa keluarga untuk pemakaman,” ujar Kabag Ops Polres Karanganyar, Kompol Dudi Pramudia di RSUD Karanganyar.

Suasana duka terlihat di ruang jenazah rumah sakit tersebut. Keluarga dan kerabat berdatangan, termasuk Martadi yang tampak tidak kuasa menahan kesedihan. Sementara itu, korban kedua, Pujo Buntoro yang merupakan pegawai Kemenag Solo, belum dapat dievakuasi pada waktu yang sama karena terkendala cuaca.

Proses membawa jenazah Pujo dari jalur Cemoro Wayang mengalami hambatan akibat hujan deras yang membuat rute licin dan rawan. Banyaknya pengunjung yang turun bersamaan juga memperlambat pergerakan tim. “Hujan cukup deras dan jalur padat oleh pengunjung sehingga tim harus bergerak perlahan. Medan terjal dan minim sinyal juga menyulitkan komunikasi dengan tim di atas,” jelas Dudi.

Polisi belum memastikan lokasi pasti kedua peserta tersebut meninggal maupun penyebab utamanya. Kompol Dudi menyebut pihaknya masih menunggu laporan lengkap dari tim yang melakukan pemeriksaan di lapangan. “Apakah korban meninggal di lokasi atau dalam perjalanan, belum bisa kami pastikan. Proses penyelidikan masih berjalan,” katanya.

Dudi menambahkan bahwa sebelum lomba dimulai, panitia SLU telah melakukan pemaparan teknis kepada pihak kepolisian. Event tersebut menyediakan rute 7 km, 15 km, 80 km, hingga 120 km, dan ditopang sekitar 4.000 relawan mengingat medan ekstrem yang harus dilalui peserta. “Kami sudah wanti-wanti soal safety. Medan Siksorogo itu memang ekstrem sehingga panitia menyiapkan banyak relawan,” jelasnya.

Hasil penyelidikan lebih mendalam termasuk visum lanjutan masih menunggu proses berikutnya. Kepolisian menyatakan akan menyampaikan informasi resmi setelah seluruh tahapan pemeriksaan selesai dilakukan.

Sumber : https://solopos.espos.id/2-peserta-siksorogo-lawu-ultra-karanganyar-meninggal-pegawai-kemenag-kemenpar-2170271

Related Post

Tinggalkan komentar