Fajarnews.co, Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 di Ruang Rapat Ing Martadipura, Bappeda Kukar, Jalan Wolter Monginsidi, Kelurahan Timbau, Selasa (16/9/2025).
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, hadir bersama Ketua DPRD Ahmad Yani, Sekretaris Daerah Sunggono, pejabat TNI-Polri, akademisi, hingga perwakilan kepala desa dari seluruh kecamatan. Forum ini juga dihadiri Rektor Unikarta Prof. Ince Randen, Plt Kepala Bappeda Syarifah Vanesa Vilna, perwakilan Otorita IKN, Bappeda Kota Bontang, para asisten Setda, serta para camat.
Dalam arahannya, Bupati Aulia menekankan pentingnya membedakan antara kebutuhan dan keinginan masyarakat agar anggaran pembangunan lebih tepat sasaran.
“Program pembangunan harus mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan, sehingga setiap rupiah anggaran memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Aulia.
Ia menegaskan masyarakat tidak boleh sekadar menjadi objek pembangunan, tetapi ditempatkan sebagai subjek aktif. “Partisipasi masyarakat dalam pengawasan dan pemberian gagasan konstruktif sangat penting. Itu yang akan membuat pembangunan lebih hidup dan berkelanjutan,” tambahnya.
Aulia menautkan visi pembangunan Kukar dengan agenda nasional Indonesia Emas. “Pembangunan kita harus berorientasi pada kesejahteraan dan keberlanjutan, dengan menjadikan Kukar sebagai pusat pangan, pariwisata, dan industri hijau,” katanya.
Menurutnya, sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan adalah kunci keberhasilan pembangunan. Stabilitas dan kondusifitas daerah pun tak kalah penting, sebab dukungan masyarakat akan sangat menentukan kelancaran program.
Musrenbang kali ini menjadi forum strategis untuk menampung masukan terhadap rancangan awal RPJMD sebelum ditetapkan secara resmi sebagai dokumen perencanaan pembangunan daerah.
Adv/DiskominfoKukar



