Gojek, Grab, dan Indrive Tegaskan Tak Kirim Driver ‘Palsu’ ke Pertemuan Gibran

redaksi

Dialog antara Presiden Gibran Rakabuming Raka serta perwakilan pengemudi Ojek Online di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Minggu (31/08). Foto/Antara

Fajarnews.co, Jakarta – Pertemuan antara Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan sejumlah pengemudi ojek online yang berlangsung akhir pekan lalu menjadi sorotan tajam di media sosial. Warganet mempertanyakan siapa sosok driver yang diundang dan apakah mereka benar-benar mewakili komunitas ojol. Dalam respons atas pertanyaan publik itu, perusahaan-perusahaan transportasi daring pun mulai memberikan penjelasan terbuka.

Pihak Grab Indonesia menjadi yang pertama memberikan klarifikasi. Melalui pernyataan resmi, Grab memastikan bahwa para pengemudi yang hadir adalah mitra resmi dan aktif dalam layanan sehari-hari. “Grab ingin menjawab dengan tegas bahwa peserta yang hadir mewakili Grab adalah Mitra resmi Grab, tercatat aktif di aplikasi, melayani pelanggan setiap hari, dan memiliki keterlibatan nyata dalam komunitasnya,” ungkap Tirza Munusamy, Chief of Public Affairs Grab.

Menurut Tirza, dua nama yang diundang dari pihak Grab adalah Riska dan Arief. Riska disebut telah menjadi pengemudi Grab sejak tahun 2016 dan aktif dalam komunitas Lady Grab Jakarta Barat. Sementara Arief, bergabung sejak 2018, dikenal aktif di komunitas Grab Militan Cikarang.

“Riska dan Arief dikenal di komunitas masing-masing sebagai sosok yang selalu aktif mendampingi rekan-rekannya, terbiasa menyuarakan aspirasi sesama Mitra Pengemudi, dan dipercaya untuk membawa suara komunitas ke ruang dialog,” tambah Tirza. Grab juga menyebut bahwa undangan dari Gibran adalah kesempatan langka bagi mitra mereka untuk menyuarakan aspirasi langsung ke pemerintah.

Indrive sebagai penyedia aplikasi transportasi online lain juga memberikan tanggapannya. Dua pengemudi mereka yang hadir disebut telah bergabung sejak 2020 dan merupakan pengemudi aktif yang berdedikasi. “Kami menegaskan bahwa kedua orang tersebut adalah pengemudi aktif inDrive yang telah bergabung sejak tahun 2020 dengan penuh dedikasi,” tulis Indrive dalam pernyataannya.

Perusahaan itu juga menyatakan kebanggaannya atas kontribusi para pengemudi serta mengecam segala bentuk kekerasan atau intimidasi terhadap mitra. “Kami menentang segala bentuk ancaman kekerasan ataupun intimidasi terhadap pengemudi kami,” imbuh Indrive dalam pernyataan yang dirilis 3 September 2025.

Senada dengan dua aplikasi sebelumnya, Gojek turut memastikan bahwa mitra mereka yang hadir dalam pertemuan adalah pengemudi aktif. Direktur Public Affairs & Communications GoTo, Ade Mulya, menyebut bahwa Mohammad Rahman Tohir atau yang dikenal sebagai Cang Rahman telah menjadi mitra sejak 2015 dan memiliki pengaruh kuat di komunitasnya.

“Bagi kami, setiap ruang dialog dengan pemerintah adalah kesempatan berharga. Kami percaya, suara tulus para mitra adalah fondasi terkuat untuk mencari solusi bersama demi masa depan yang lebih baik,” kata Ade dalam keterangannya. Pihak Gojek juga menilai keterlibatan mitra dalam forum resmi sangat penting untuk membawa aspirasi secara otentik.

Ketiga perusahaan itu kompak menyatakan bahwa perwakilan mereka adalah individu yang aktif, berpengaruh di komunitas, dan berdedikasi tinggi. Klarifikasi ini sekaligus menjadi bantahan atas isu bahwa pertemuan tersebut dihadiri oleh “driver palsu” atau bukan representasi komunitas ojol.

Dengan munculnya klarifikasi resmi dari pihak Grab, Gojek, dan Indrive, warganet kini memiliki informasi yang lebih jelas mengenai siapa sebenarnya para pengemudi yang hadir dalam pertemuan dengan Wapres Gibran. Forum itu dinilai menjadi jembatan dialog antara pemerintah dan komunitas pengemudi daring yang selama ini jarang mendapat ruang langsung.

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/tech/20250903065040-37-663777/grab-gojek-indrive-ungkap-nama-ojol-yang-ketemu-gibran-usai-demo

Related Post

Tinggalkan komentar