Pemimpin yang Tak Peduli atas Perubahan Iklim, SBY: Itu Tidak Bertanggung Jawab

redaksi

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di peluncuran musiknya "Save Our World" di Djakarta Theatre pada Selasa (01/07). Foto/Kumparan/Nasywa Athifah

Fajarnews.co, Jakarta – Dalam acara peluncuran video musik Save Our World, Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan bahwa perubahan iklim adalah ancaman nyata yang tidak boleh dianggap remeh. “Saya tidak suka kalau ada pemimpin dunia yang tidak peduli dan menganggap isu lingkungan atau climate change itu hoaks,” ujarnya di Djakarta Theatre, Selasa (1/7).

SBY menyampaikan kecemasan apabila kesadaran terhadap isu lingkungan datang terlambat. Menurutnya, tindakan nyata harus segera dilakukan oleh seluruh pemimpin dunia, termasuk di Indonesia. “Sejujurnya, saya juga cemas kalau kita terlambat menyadari, terlambat berbuat,” ucapnya.

Ia menilai bahwa pemimpin dunia yang masih menyepelekan isu ini tidak bertanggung jawab karena masa depan Bumi ada di tangan mereka. Bukan hanya tanggung jawab teknis, tetapi juga tanggung jawab moral dan kemanusiaan. “Saya kira yang seperti itu tidak bertanggung jawab,” kata SBY.

Melalui peluncuran lagu yang ditulisnya sejak 2010, SBY mengajak seluruh pihak untuk bekerja sama menyelamatkan Bumi. Lagu itu lahir saat ia menghadiri Konferensi Internasional Perubahan Iklim di Oslo. “Ini bukan menakut-nakuti, tetapi nyata,” tegasnya.

Menurut SBY, perjanjian internasional seperti Paris Agreement harus benar-benar diwujudkan sebagai bentuk konkret aksi global. Ia menilai hanya lewat kolaborasi dan komitmen kuat, masa depan Bumi bisa dijaga. “Semua perjanjian negara harus diwujudkan,” katanya.

Seruan ini tidak hanya ditujukan kepada pemimpin negara lain, tetapi juga kepada pejabat dan tokoh di seluruh tingkatan dalam negeri. Ia menyebut bahwa kepedulian terhadap lingkungan bukan pilihan, melainkan kewajiban semua pihak. “Semua pemimpin, apa pun stratanya, memiliki tanggung jawab dan kewajiban moral,” ucap SBY.

SBY berharap seruan ini menggugah kesadaran luas dan mendorong pemimpin dunia untuk tidak lagi mengabaikan perubahan iklim. Lewat seni dan kepemimpinan moral, ia percaya perubahan bisa dimulai dari suara-suara yang peduli.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/nasional/20250702025039-20-1245826/sby-tak-suka-pemimpin-dunia-yang-anggap-climate-change-hoaks
Penulis : Arnelya NL

Related Post

Tinggalkan komentar