Relasi Rentan Dimanfaatkan, Psikolog Imbau Waspada Manipulasi bagi Orang People Pleaser

redaksi

Ilustrasi. People Pleaser (sumber : pinterest)

Fajarnews.co – Kecenderungan “tidak enakan” atau merasa sungkan untuk menolak sering kali dimanfaatkan oleh pelaku love scam dalam menjebak korban. Psikolog Mira Damayanti Amir menjelaskan bahwa sikap ini tidak lepas dari pengaruh budaya kolektif dan pola asuh di masyarakat Indonesia. “Banyak orang di masyarakat kita terbiasa untuk tidak langsung menolak,” ujar Mira pada Kamis (19/6/2025).

Dalam situasi relasi digital yang manipulatif, pelaku love scam biasanya memberikan perhatian dan pujian secara intens. Ketika korban merasa segan untuk menolak, pelaku mulai menaikkan level permintaan, seperti meminta uang atau data pribadi. “Saat sudah merasa terikat emosional, korban sering menunda untuk bertanya atau menolak,” kata Mira.

Masyarakat Indonesia dinilai terlalu fokus menjaga perasaan orang lain, bahkan terhadap individu yang belum dikenal dekat. Ini membuka celah bagi pelaku untuk mengambil keuntungan secara emosional dan finansial. “Kalau kita terus-menerus terbiasa enggak enakan, kita jadi rentan dimanfaatkan,” tegas Mira.

Kondisi korban biasanya semakin rawan ketika mengalami kesepian atau kebutuhan akan validasi diri. Pada tahap ini, logika menjadi lemah dan emosi lebih dominan dalam pengambilan keputusan. Akibatnya, korban sulit melihat tanda-tanda manipulasi yang dilakukan pelaku.

Mira menekankan bahwa sikap sungkan tidak sepenuhnya salah, namun perlu diseimbangkan dengan logika. Ia menyarankan agar masyarakat belajar membedakan antara empati dan manipulasi. “Menolak bukan berarti tidak sopan, tetapi justru bentuk menjaga diri,” ucapnya.

Untuk mencegah menjadi korban love scam, Mira menyarankan agar masyarakat mengenali sinyal manipulasi emosional dan melatih diri berkata “tidak”. Ia juga mengingatkan agar tidak merasa berkewajiban membalas perhatian dengan bantuan. Diskusi dengan teman dekat bisa membantu ketika mulai merasa ragu.

“Berempati itu penting, tapi jangan sampai membuat kita buta terhadap niat orang lain. Kita berhak menjaga batas diri,” pungkas Mira. Ia berharap masyarakat lebih waspada dalam menjalin hubungan digital, terutama dengan orang yang belum dikenal secara nyata.

Sumber : https://lifestyle.kompas.com/read/2025/06/22/223500120/hati-hati-sikap-tidak-enakan-rentan-jadi-sasaran-pelaku-love-scam?source=sorotan
Penulis : Arnelya NL

Related Post

Tinggalkan komentar