Fajarnews.co,Upaya menjaga produktivitas pertanian terus digenjot di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Salah satunya melalui pembangunan empat unit sumur bor irigasi sepanjang 2025 yang digagas Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV.
Langkah ini menjadi solusi konkret bagi petani padi yang kerap menghadapi krisis air, terutama saat musim kemarau. Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian setempat, Gunawan, menyebut kehadiran sumur bor menjadi penopang penting untuk menjaga kestabilan pasokan air di lahan pertanian.
Menurutnya, sumur bor irigasi mampu menjadi “penyelamat” ketika sumber air alami mulai menipis. Dengan sistem ini, petani tetap dapat mengairi sawah secara optimal, sehingga risiko gagal panen bisa ditekan.
Empat sumur bor yang telah dibangun merupakan respons cepat pemerintah terhadap kebutuhan mendesak di sektor pertanian. Selain membantu saat musim kering, fasilitas ini juga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Saat ini, luas lahan padi produktif di Penajam Paser Utara mencapai lebih dari 14 ribu hektare. Produksi pun menunjukkan tren positif, dari sekitar 48 ribu ton gabah kering panen (GKP) pada 2024 meningkat menjadi lebih dari 50 ribu ton.
Dalam satu kali panen, rata-rata petani mampu menghasilkan 3 hingga 4 ton per hektare, dengan frekuensi panen dua kali dalam setahun. Dengan dukungan irigasi yang lebih stabil, angka tersebut diproyeksikan terus meningkat.
Pemerintah daerah pun menargetkan produksi padi tahun ini menembus lebih dari 50 ribu ton GKP. Saat ini, proses pendataan luas lahan dan hasil panen masih berlangsung, dengan puncak panen pertama diperkirakan terjadi pada awal April 2026.
Ke depan, pemerintah berencana menambah jumlah sumur bor irigasi setiap tahun melalui koordinasi berkelanjutan dengan BWS Kalimantan IV. Langkah ini diharapkan mampu memastikan sektor pertanian tetap tangguh menghadapi perubahan iklim dan tantangan ketersediaan air.



