FPTI Nonaktifkan Pelatih Kepala Usai Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Atlet

redaksi

Fajarnews.co,Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Yenny Wahid, memaparkan langkah organisasi menyikapi dugaan kekerasan seksual yang menyeret pelatih kepala pelatnas, Hendra Basir. Penjelasan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (4/3).

Menurut Yenny, laporan dugaan kekerasan seksual dan fisik disampaikan langsung oleh delapan atlet pada 28 Januari lalu. Mereka mengadukan pengalaman yang dialami selama berada di lingkungan pelatnas.

Menindaklanjuti laporan tersebut, FPTI segera menggelar pertemuan dengan para atlet, pelatih, serta jajaran terkait, tanpa menghadirkan terduga pelaku. Pertemuan dilakukan di sebuah hotel guna menciptakan ruang aman bagi para atlet untuk menyampaikan keterangan.

Dalam proses pendalaman, FPTI juga melibatkan psikolog guna memastikan kondisi mental para atlet tetap terjaga dan mendapatkan pendampingan profesional. Organisasi menegaskan bahwa perlindungan terhadap atlet menjadi prioritas utama.

Beberapa hari setelah laporan diterima, FPTI mengeluarkan surat keputusan penonaktifan Hendra Basir dari jabatan pelatih kepala pelatnas panjat tebing Indonesia. Langkah ini disebut sebagai bentuk respons cepat sembari proses penanganan berjalan.

Yenny menekankan peristiwa tersebut menjadi ujian berat bagi federasi dan insan olahraga nasional. Namun, ia memastikan FPTI berkomitmen membenahi sistem pengawasan internal agar pembinaan atlet tetap berjalan dalam lingkungan yang aman dan profesional.

FPTI juga menyatakan akan menyusun strategi lanjutan untuk menjaga fokus prestasi atlet panjat tebing Indonesia, sembari memastikan penanganan kasus dilakukan sesuai aturan dan prinsip keadilan.

Related Post

Tinggalkan komentar