Fajarnews.co,Jakarta – Getaran gempa bumi mengejutkan warga Bolaang Mongondow Selatan, Sabtu pagi (18/4). Guncangan yang awalnya tercatat berkekuatan M5,8 ini sempat memicu kepanikan, meski dipastikan tidak berpotensi tsunami.
Data terbaru dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memperbarui magnitudo gempa menjadi M5,5. Episenter gempa berada di laut, sekitar 47 kilometer barat daya Bolaang Uki, dengan kedalaman 107 kilometer.
Menurut analisis BMKG, gempa ini tergolong gempa menengah yang dipicu aktivitas deformasi batuan di zona subduksi Laut Maluku. Mekanisme pergerakannya berupa sesar naik (thrust fault), yang umum terjadi di wilayah dengan tekanan lempeng aktif.
Getaran gempa terasa cukup luas. Warga di Gorontalo, Bone Bolango, hingga Bolaang Mongondow Timur melaporkan guncangan yang terasa jelas di dalam rumah—seperti dilalui kendaraan berat. Sementara itu, daerah Minahasa Tenggara merasakan getaran lebih ringan, dengan benda-benda gantung tampak bergoyang.
Meski sempat membuat warga waspada, BMKG memastikan hasil pemodelan tidak menunjukkan potensi tsunami. Hingga pukul 06.35 WIB, juga belum terdeteksi adanya gempa susulan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa wilayah Indonesia, khususnya kawasan timur, berada di jalur cincin api yang rawan aktivitas seismik. Masyarakat diimbau tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan gempa berikutnya.



