Fajarnews.co,Jakarta – CNA Indonesia Presiden Prabowo Subianto menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang dilaporkan tewas dalam serangan militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu. Pernyataan tersebut disampaikan melalui Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya pada Rabu (4/3).
Dalam keterangan tertulisnya, Teddy menyebut Presiden Prabowo telah mengirimkan surat resmi yang berisi ungkapan duka cita mendalam atas wafatnya pemimpin tertinggi Iran tersebut.
“Presiden Prabowo Subianto menyampaikan surat belasungkawa atas wafatnya Ayatollah Ali Khamenei yang gugur dalam serangan militer,” ujar Teddy.
Kematian Khamenei dilaporkan terjadi setelah rangkaian serangan udara yang juga menewaskan puluhan pejabat tinggi Iran. Sejumlah laporan intelijen menyebut sekitar 40 pejabat penting negara tersebut turut menjadi korban dalam operasi militer yang memperburuk situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.
Menanggapi serangan tersebut, pemerintah Iran dilaporkan melancarkan serangan balasan dengan menembakkan sejumlah rudal ke pangkalan militer milik Amerika Serikat di wilayah Timur Tengah. Langkah ini menambah ketegangan di kawasan yang sebelumnya telah diliputi konflik berkepanjangan.
Selain itu, Iran juga mengumumkan penutupan Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi rute utama ekspor minyak dari negara-negara Teluk seperti Arab Saudi, Iran, Irak, dan Uni Emirat Arab menuju Teluk Oman dan Laut Arab. Pemerintah Iran bahkan memperingatkan akan menindak kapal yang mencoba melintasi selat tersebut selama penutupan berlangsung.
Surat belasungkawa dari Presiden Prabowo ditujukan kepada Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, sebagai bentuk simpati pemerintah dan rakyat Indonesia atas kehilangan tokoh penting dalam politik Iran.
Dokumen resmi tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Luar Negeri Sugiono kepada Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, dalam pertemuan di Jakarta.
Penyampaian surat dilakukan menjelang prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei yang direncanakan berlangsung di Mashhad, salah satu kota suci sekaligus kota terbesar kedua di Iran.
Pemerintah Indonesia berharap ungkapan duka cita tersebut dapat menjadi simbol empati kepada pemerintah dan rakyat Iran, sekaligus memperkuat hubungan persahabatan serta kerja sama antara kedua negara di tengah dinamika geopolitik kawasan yang terus berkembang.



