Sampah Ancam Kelestarian Derawan, 46,1 Ton Per Hari Tak Terkelola dengan Baik

redaksi

Penumpukan sampah di TPA Bujangga, Tanjung Redeb, Kabupaten Berau. Foto/Umar Daud/Pusaranmedia.com

Fajarnews.co, Berau – Pulau Derawan yang selama ini dikenal sebagai surga bahari di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, kini menghadapi ancaman nyata dari sampah. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup setempat, timbunan sampah di wilayah itu mencapai 46,1 ton per hari. Jumlah tersebut sangat tinggi untuk pulau kecil seluas 44,6 hektare yang juga berstatus kawasan konservasi laut.

Sumber sampah terbesar ternyata berasal dari sekitar 80 bangunan non-rumah tangga, termasuk penginapan, restoran, dan usaha pariwisata lainnya. Mirisnya, sebagian besar sampah itu tidak dipilah terlebih dahulu dan banyak yang dibakar, dikubur, atau bahkan dibuang langsung ke laut. Pengelolaan yang tidak memadai ini menimbulkan kekhawatiran serius terhadap ekosistem Derawan.

Kepala Kampung Derawan, Indra Mahardika, mengatakan bahwa sistem pengelolaan sampah di kampungnya masih sangat terbatas. “Sampah langsung dibuang ke tempat pembuangan akhir, belum dipilah,” ujarnya pada Kamis, 14 Agustus. Hal ini menunjukkan betapa belum optimalnya sistem pengolahan limbah di kawasan yang justru bergantung pada pariwisata laut.

Tanpa sistem terpadu yang benar-benar diterapkan, Indra menilai masa depan wisata Derawan bisa terancam. “Sampah plastik sudah jadi perhatian serius, karena mengancam laut dan masa depan pariwisata kami,” tegasnya. Ia berharap ada campur tangan pemerintah lebih serius untuk menangani persoalan ini.

Derawan dikenal sebagai habitat penyu hijau dan kawasan terumbu karang yang bernilai tinggi. Bila pencemaran terus dibiarkan, bukan hanya pariwisata yang akan terpukul, namun juga keberlangsungan ekosistem laut. Penanganan sampah menjadi tugas mendesak agar pulau kecil ini tidak kehilangan daya tariknya di mata wisatawan domestik maupun mancanegara.

Sumber : https://kaltimpost.jawapos.com/utama/2386436186/pulau-derawan-darurat-sampah-limbah-46-ton-per-hari-ancam-ekosistem-laut
Penulis : Arnelya NL

Related Post

Tinggalkan komentar