Kisah Kedai Lokal yang Tak Tumbang oleh Nama-Nama Besar

redaksi

Fajarnews.co,Kutai Kartanegara – Persaingan bisnis kedai kopi di Tenggarong semakin ketat seiring masuknya sejumlah jaringan nasional dalam beberapa tahun terakhir. Di tengah ekspansi brand besar tersebut, brand lokal Stationkoffie.id yang beralamat di Jalan Danau Murung, Tenggarong, tetap berdiri dan berkembang dengan mengandalkan identitas serta kedekatan emosional dengan pelanggan.

Stationkoffie.id dirintis oleh Utam Aravin bersama Andriy, Rivan, dan almarhum Fani. Sejak awal berdiri, mereka sepakat membangun kedai bukan sekadar tempat menikmati kopi, melainkan ruang bertemu dan berbagi cerita bagi masyarakat Tenggarong.

Salah satu founder, Andry, menyebut kekuatan utama Stationkoffie.id terletak pada hubungan emosional yang telah terbangun dengan pelanggan.

“Stationkoffie bisa tetap bertahan hingga saat ini karena memiliki kedekatan emosional dengan pelanggan dan juga tentunya konsistensi menjaga kualitas produknya. Itu yang tidak bisa dibeli hanya dengan promosi besar-besaran,” ujarnya, Minggu (01/03/2026).

Perjalanan usaha mereka tidak selalu mulus. Perbaikan jalan serta pembangunan jembatan di sekitar lokasi kedai sempat berdampak pada akses pelanggan dan perubahan omzet. Namun, loyalitas pelanggan menjadi penopang utama keberlangsungan usaha.

“Waktu ada perbaikan jalan dan pembangunan jembatan, tentu ada dampaknya ke omzet. Tapi pelanggan tetap datang. Di situ kami merasa dukungan mereka sangat berarti,” tambahnya.

Di tengah masifnya ekspansi brand nasional ke daerah, Andry menilai brand lokal tidak bisa bersaing dengan cara meniru konsep atau pola bisnis jaringan besar. Sebaliknya, karakter dan keunikan harus diperkuat.

“Kalau mau bersaing, kita tidak bisa ikut-ikutan. Brand lokal harus menguatkan karakter dan keunggulannya sendiri,” tegasnya.

Sebagai bentuk komitmen pengembangan usaha, Stationkoffie.id terus melakukan inovasi. Saat ini, mereka bahkan tengah merencanakan pembukaan cabang ketiga dengan konsep berbeda dari sebelumnya. Meski konsep akan berkembang, konsistensi rasa dan identitas produk tetap menjadi prioritas.

“Kami boleh berbeda konsep, tapi rasa dan ciri khas tidak boleh berubah. Itu komitmen kami,” jelasnya.

Ia juga menyoroti bahwa salah satu tantangan yang kerap dihadapi brand lokal adalah persoalan konsistensi, baik dari segi kualitas produk maupun manajemen usaha. Karena itu, menjaga standar operasional menjadi fokus utama agar tetap relevan di tengah persaingan.

Meski masuknya brand nasional turut memengaruhi dinamika pasar, Stationkoffie.id tetap optimistis. Dengan fondasi identitas yang telah dibangun bersama sejak awal, serta semangat yang diwariskan almarhum Fani, para founder yakin brand lokal ini akan terus tumbuh dan menjadi bagian dari perkembangan industri kopi di Tenggarong.

Related Post

Tinggalkan komentar