Tenggarong Jadi Tuan Rumah Kualifikasi Dayung Porprov 2026, 10 Kabupaten/Kota Ambil Bagian

redaksi

Kualifikasi dayung menuju Porprov Kalimantan Timur 2026 memasuki hari kedua di Tenggarong, Sabtu (06/12). Foto/Fajarnews.co/Jainal

Fajarnews.co, Kutai Kartanegara – Kualifikasi dayung menuju Porprov Kalimantan Timur 2026 memasuki hari kedua di Tenggarong, Sabtu (06/12/2025), dengan agenda pertandingan berlangsung di perairan Jalan KH. Ahmad Mukhsin, Timbau. Kegiatan penyisihan atlet ini telah berjalan sejak 5 Desember dan dijadwalkan tuntas pada 10 Desember 2025.

Seleksi ini digelar sebagai tahapan wajib sebelum pelaksanaan Porprov Kaltim 2026 yang nantinya berpusat di Kabupaten Paser. Melalui kualifikasi ini, setiap daerah memastikan keterlibatan mereka di arena pertandingan resmi tahun depan.

Agenda penyisihan menjadi bagian dari regulasi yang ditetapkan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim. Tanpa pelaksanaan kualifikasi, suatu cabang olahraga tidak dapat dipertandingkan dalam helatan Porprov mendatang.

Technical Delegate PODSI KONI Kaltim, Agus Surya menyebutkan terdapat 10 kabupaten/kota yang turut ambil bagian dalam penyisihan cabang dayung. Meski begitu dirinya menilai hadirnya peserta masih belum sepenuhnya merata di setiap nomor pertandingan.

“Ini merupakan syarat mutlak untuk menuju Porprov 2026. Jika kualifikasi tidak digelar, maka cabang olahraga tersebut otomatis tidak diakomodir saat Porprov berlangsung,” jelasnya.

Pada pelaksanaan tahun ini, panitia mempertandingkan empat kelas dengan total 24 nomor. Di antaranya kayak, canoe, stand up paddle (SUP), serta dragon boat di bawah penanganan langsung PODSI Kalimantan Timur.

Agus berharap seluruh nomor dapat dipertandingkan dengan baik hingga hari terakhir penyelenggaraan. Dengan demikian, komposisi nomor lomba di kualifikasi dapat menyesuaikan dengan cabang yang akan dibuka pada Pekan Olahraga Nasional.

Ia menyampaikan pesan agar seluruh kontingen tetap menjaga fokus dan sportivitas meski beberapa daerah datang dengan dukungan pembiayaan yang terbatas. Kondisi tersebut tidak mengurangi tuntutan terhadap kedisiplinan aturan pertandingan.

“Kami mendorong peserta tetap semangat. Yang utama regulasi dijalankan sebagaimana mestinya dan keselamatan atlet dijadikan prioritas selama pelaksanaan agar tidak terjadi insiden,” tegasnya. (jnl)

Related Post

Tinggalkan komentar