Ratusan Warga Sampaikan Protes di Kantor Bupati Kukar, Desak Pemerintah Utamakan Musisi Lokal

redaksi

Aliansi Peduli Kutai Kartanegara menyambangi Kantor Bupati Kukar, Kamis (20/11)

Fajarnews.co, Kutai Kartanegara – Gelombang protes muncul jelang pelaksanaan Tingkiland Fest 2025. Ratusan peserta aksi yang tergabung dalam Aliansi Peduli Kutai Kartanegara menyambangi Kantor Bupati Kukar, Kamis (20/11/2025), menyuarakan keberatan atas rencana penampilan artis ibu kota di tengah kondisi keuangan daerah yang sedang mengalami defisit.

Dalam aksi tersebut, massa membawa berbagai spanduk yang menuntut agar pemerintah membatalkan kehadiran artis nasional pada agenda yang dijadwalkan berlangsung 22 sampai 23 November mendatang. Mereka juga meminta agar panggung utama festival lebih banyak menampilkan musisi daerah.

Ketua Aliansi, Fajri, menilai keputusan menghadirkan artis dari luar daerah tidak sejalan dengan situasi fiskal Kukar. Ia menyebut masih banyak pelaku seni lokal yang berhak mendapat dukungan pemerintah.

“Kami mendorong agar talent lokal diprioritaskan. Ada sekitar tujuh grup yang belum terakomodasi, dan kami mengusulkan tambahan sepuluh grup musisi lokal untuk difasilitasi,” ujarnya.

Fajri juga menyinggung ketimpangan anggaran antara artis nasional dan musisi daerah. Menurutnya, nilai pembiayaan yang diberikan pemerintah selama ini belum mencerminkan asas keadilan.

“Artis dari Jakarta bisa mendapat anggaran hingga Rp300 juta. Seharusnya musisi lokal juga diberi kesempatan yang sama, apalagi kondisi Kukar sedang defisit. Kami meminta anggaran untuk artis ibu kota dihentikan sementara dan dialihkan ke pelaku seni lokal,” tegasnya.

Ia menambahkan, aksi tersebut bukan untuk menghambat kegiatan, melainkan memperjuangkan pemerataan ruang tampil bagi seniman Kukar.

“Kami hanya menuntut keadilan untuk musisi lokal,” ujarnya.

Pemerintah daerah disebut sedang menelaah aspirasi yang disampaikan massa. Aliansi menyatakan akan menunggu hasil pertemuan sebelum menentukan langkah selanjutnya.

“Kami menunggu proses pembahasan yang dilakukan pemerintah. Harapannya bisa ada solusi terbaik,” tutupnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Arianto, memastikan seluruh masukan dari peserta aksi menjadi pertimbangan pemerintah. Ia menyebut jumlah grup seni yang akan difasilitasi masih dalam proses finalisasi.

Menurutnya, penentuan peserta juga harus menyesuaikan konsep acara. “Jika tema kegiatan adalah musik tingkilan atau kebudayaan, maka talent yang tampil harus sejalan dengan tema agar rangkaian festival tetap sesuai konsep,” ujarnya. (jnl)

Related Post

Tinggalkan komentar