Erau 2025 Dongkrak UMKM, Perputaran Uang Capai Rp2 Miliar

redaksi

Wakil Bupati Kutai Kartanegara, Rendi Solihin dalam Expo UMKM (29/09)

Fajarnews.co, Kutai Kartanegara – Wakil Bupati Kutai Kartanegara, Rendi Solihin, menyebutkan pelaksanaan Erau 2025 memberikan dampak ekonomi yang signifikan, dengan perputaran uang lebih dari Rp2 miliar selama expo UMKM berlangsung, Senin (29/09/2025).

Menurut Rendi, event budaya terbesar di Kalimantan Timur itu kembali membuktikan daya tariknya, baik bagi masyarakat lokal maupun pengunjung dari luar daerah. Hal ini terlihat dari tingginya antusiasme warga pada rangkaian prosesi, terutama saat belimbur yang menjadi ikon Erau.

“Kita lihat kemarin, momen belimbur dipadati ribuan orang dari semua kecamatan bahkan dari luar Kutai Kartanegara. Dampaknya langsung terasa bagi UMKM,” ujarnya.

Rendi menambahkan, keberhasilan tersebut lahir dari kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) yang menyatukan berbagai program pendukung.

“Kegiatan seperti KTNA, Event Motor, dan expo UMKM kemarin kita satupadukan. Hasilnya, bukan hanya acara meriah, tapi juga perputaran ekonomi yang besar,” jelasnya.

Data yang dilaporkan Bupati Kukar menunjukkan, transaksi pada expo UMKM menembus lebih dari Rp2 miliar. Angka ini dianggap sebagai capaian positif sekaligus bukti bahwa event budaya mampu menjadi motor penggerak ekonomi rakyat.

“Ini bukti nyata bahwa event budaya seperti Erau punya dampak ganda. Tradisi tetap terjaga, sementara UMKM juga mendapatkan ruang untuk tumbuh,” tegas Rendi.

Selain itu, daya tarik belimbur terbukti tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga magnet wisata. Banyak keluarga datang sejak pagi, anak-anak bermain air, sementara pedagang kecil terus melayani pengunjung yang ingin menikmati kuliner khas maupun membeli cenderamata.

Bagi masyarakat Tenggarong, expo Erau bukan sekadar ajang jual beli, melainkan juga ruang promosi. Produk-produk lokal yang sebelumnya jarang dikenal kini semakin banyak diminati pengunjung dari luar daerah.

Rendi menekankan bahwa pola integrasi antara pelestarian adat dan penguatan ekonomi rakyat harus terus dipertahankan.

“Ke depan, setiap kegiatan Erau akan kita arahkan agar lebih terhubung dengan program OPD, supaya manfaatnya semakin luas,” katanya.

Dengan capaian tersebut, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara berharap Erau tidak hanya diingat sebagai pesta adat terbesar di Kalimantan Timur, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

“Ini menjadi modal untuk menjadikan Kutai Kartanegara sebagai pusat budaya sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi,” tutup Rendi. (zln)

Related Post

Tinggalkan komentar