Fajarnews.co, Kutai Kartanegara – Ketua DPD PDI Perjuangan Kalimantan Timur, Drs. Safaruddin, menegaskan pentingnya kader partai untuk tetap membumi dan dekat dengan masyarakat. Pesan itu ia sampaikan pada kegiatan Training of Trainers (TOT) PDI Perjuangan di Kutai Kartanegara, Jum’at (26/09/2025).
Menurutnya, TOT bukan hanya agenda seremonial, melainkan langkah strategis untuk memperkuat kaderisasi partai. Ia menekankan, hasil pelatihan harus ditindaklanjuti dengan pembinaan berjenjang bagi kader maupun simpatisan.
“TOT ini harus dipahami betul dan dilaksanakan. Setelah selesai, ada tindak lanjut agar kaderisasi bisa berjalan baik,” kata Safaruddin.
Ia menyoroti perilaku sebagian elite yang justru sibuk pamer gaya hidup mewah di tengah kondisi masyarakat yang masih kesulitan. Safaruddin menyebut, gaya hidup flexing sama sekali tidak pantas dilakukan oleh kader partai wong cilik.
“Masyarakat lagi susah, kok pamer – pamer, tidak boleh. Turun saja ke masyarakat, cari solusi,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Safaruddin juga menyinggung kondisi ekonomi rakyat yang masih jauh dari kata layak. Ia menilai, kesenjangan antara tunjangan pejabat dan penghasilan masyarakat kecil bisa memicu kecemburuan sosial.
Sebagai partai dengan kekuatan besar di Kukar, PDIP disebutnya memikul tanggung jawab moral yang lebih besar. Dengan 16 kursi DPRD, jabatan ketua dewan, hingga posisi bupati, PDIP dituntut hadir nyata menyelesaikan persoalan rakyat.
“Kalau fraksi PDIP di Kukar sebanyak 16 orang tidak bisa mengatasi kesulitan masyarakat, itu sangat aneh,” ujarnya.
Selain itu, ia menegaskan perlunya persiapan sejak dini untuk menghadapi Pemilu 2029. Safaruddin mengingatkan agar kader adaptif terhadap perubahan zaman, namun tetap berpegang pada jati diri partai.
“PDI Perjuangan itu keberadaannya untuk orang kecil. Jangan sampai melupakan mereka,” pungkasnya.



