Fajarnews.co, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur, optimistis mampu merealisasikan target investasi sebesar Rp18,42 triliun hingga akhir 2026. Sektor pertambangan dan perkebunan menjadi salah satu penopang utama aktivitas penanaman modal di daerah tersebut.
Dilansir dari antarakaltim.com, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kutai Timur, Novian Pranata, menyampaikan optimisme tersebut di Sangatta, Kamis (17/9/2026).
Keyakinan itu didukung oleh capaian investasi hingga triwulan II 2026 yang telah mencapai Rp7,78 triliun, atau sekitar 42,27 persen dari target tahunan yang ditetapkan pemerintah daerah.
Menurut Novian, potensi sumber daya alam yang dimiliki Kutai Timur, khususnya pada sektor pertambangan dan perkebunan, masih menjadi daya tarik bagi investor. Pemerintah daerah pun terus berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui penyederhanaan pelayanan dan pemberian kepastian dalam proses perizinan.
Dorong Investasi Berdampak bagi Masyarakat
Pemkab Kutim tidak hanya menargetkan peningkatan nilai investasi, tetapi juga berharap aktivitas penanaman modal dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Salah satu fokus yang didorong adalah penyerapan tenaga kerja lokal. Dengan meningkatnya investasi, pemerintah berharap terbuka lebih banyak kesempatan kerja sehingga dapat membantu menekan angka pengangguran di daerah.
Novian menyebut realisasi investasi sebesar Rp7,78 triliun pada semester pertama menjadi salah satu indikator bahwa kegiatan ekonomi di Kutai Timur masih menunjukkan perkembangan positif.
Selain itu, pemerintah daerah mengingatkan para pelaku usaha untuk memenuhi kewajiban pelaporan kegiatan penanaman modal atau LKPM. Pelaporan tersebut diperlukan agar data investasi dapat tercatat secara akurat dan menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan pembangunan.
Buka Peluang di Sektor Pengolahan
Untuk memperluas sumber pertumbuhan ekonomi, Pemkab Kutim juga berupaya mengembangkan peluang investasi di sektor industri pengolahan dan bidang ekonomi lainnya.
Pengembangan industri pengolahan dinilai penting untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, sehingga kegiatan ekonomi tidak hanya berfokus pada eksploitasi bahan mentah.
Pemerintah daerah menyatakan akan terus memberikan kemudahan serta kepastian kepada investor agar kegiatan usaha dapat berjalan dengan baik dan memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Dengan capaian investasi hingga triwulan II serta berbagai upaya perbaikan layanan, Pemkab Kutai Timur berharap realisasi penanaman modal terus meningkat pada semester berikutnya. Target investasi sebesar Rp18,42 triliun sepanjang 2026 pun diharapkan dapat tercapai.



