Fajarnews.co – Penyanyi asal Inggris, Jessie J, mengungkapkan bahwa ia sedang berjuang melawan kanker payudara. Dalam siaran langsung di Instagram pada akhir Juni 2025, ia menceritakan proses diagnosis dan pengobatannya. Penyakit tersebut diketahui setelah ia menjalani biopsi awal April lalu.
Jessie mulai curiga mengidap kanker setelah merasakan gejala tidak biasa pada tubuhnya. Gejala tersebut termasuk kesemutan di tangan, rasa seperti terkena mastitis, dan lengan berat seperti timah. “Saya juga menemukan benjolan. Itulah alasan saya pergi dan menjalani pemindaian,” ujarnya.
Hasil biopsi menunjukkan adanya tumor kanker payudara stadium awal. Tumor tersebut berukuran sekitar 4,5 sentimeter. Pemeriksaan dilakukan sehari setelah ulang tahunnya.
Setelah diagnosis, Jessie memilih menjalani prosedur mastektomi tunggal. Keputusan itu diambil setelah tes genetik menunjukkan dirinya tidak memiliki gen kanker payudara. “Dulu mastektominya akan dilakukan dua kali, tetapi ketika saya menjalani tes gen, ternyata saya tidak memiliki gen kanker payudara,” katanya.
Mastektomi tunggal adalah pengangkatan satu sisi payudara yang terkena kanker. Operasi ini menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran sel kanker lebih lanjut. Jessie menjalani prosedur ini dengan penuh pertimbangan dan keberanian.
Setelah operasi, ia langsung melanjutkan ke tahap rekonstruksi payudara. Rekonstruksi bertujuan mengembalikan bentuk alami payudara setelah pengangkatan. Meski demikian, proses pemulihannya tidak mudah.
Jessie mengaku merasakan nyeri hebat dan gangguan tidur setelah operasi. Ia juga mengalami kelelahan akibat pengobatan yang dijalaninya. “Saya mengalami beberapa gejala, tetapi pengobatanlah yang membuat saya tidak berdaya. Saya hanya berusaha bertahan,” ungkapnya.
Untuk mempercepat pemulihan, Jessie membatasi aktivitas fisik secara drastis. Ia bahkan memilih untuk sementara tidak menggendong anaknya, Sky, yang masih berusia dua tahun. Keputusan itu diambil demi keselamatannya sendiri.
Kisah Jessie J mengingatkan publik akan pentingnya deteksi dini kanker payudara. Pemeriksaan rutin seperti mammogram dan konsultasi medis sebaiknya dilakukan sejak munculnya gejala ringan. Kesadaran terhadap gejala bisa menyelamatkan nyawa.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat 2,3 juta kasus kanker payudara setiap tahunnya dengan 670.000 kematian. Di Indonesia sendiri, data Globocan 2020 menunjukkan 68.858 kasus baru. Kasus Jessie adalah satu dari jutaan yang perlu menjadi perhatian global.
Sumber : https://health.kompas.com/read/25F28220112268/jessie-j-alami-kanker-payudara-dan-jalani-mastektomi-kenali-apa-ini
Penulis : Arnelya NL



