Fajarnews.co, Bontang – Pemkot Bontang menargetkan predikat “Utama” dalam program Kota Layak Anak (KLA) tahun ini. Namun realitas di lapangan menunjukkan adanya indikasi pelanggaran terhadap hak anak. BEKESAH.co menemukan sejumlah anak masih aktif berjualan hingga larut malam di kawasan Bontang Selatan.
Salah satu yang ditemukan adalah Dahlia, anak perempuan berusia 9 tahun yang berjualan rempeyek bersama saudara-saudaranya. Mereka mulai berjualan sejak pukul 16.00 Wita dan biasanya pulang sekitar pukul 22.00 atau bahkan 23.00 malam. “Kadang pulangnya itu jam 10 atau jam 11 malam, tergantung habisnya,” ujarnya.
Bersama tiga saudaranya, Dahlia menjajakan rempeyek hasil olahan ibunya di lokasi yang berbeda-beda. Ia mengatakan aktivitas itu dilakukan untuk membantu sang ibu. “Kami semua jualan karena ingin bantu mama,” ucap Dahlia kepada BEKESAH.co.
Meski masih duduk di bangku kelas 4 SD, Dahlia tampak terbiasa dengan aktivitas ini. Sekolahnya berada di Kelurahan Tanjung Laut, Kecamatan Bontang Selatan. Ia mengatakan tetap sekolah walau pulang larut malam.
Dari hasil jualan itu, ibunya memberikan uang saku antara Rp 4 ribu hingga Rp 10 ribu per malam. Menariknya, uang tersebut tidak langsung dibelanjakan. “Kalau sudah sampai Rp 100 ribu uang tabungannya biasa buat beli bahan peyek,” tuturnya.
Dahlia mengaku ingin menjadi dokter, namun ragu akan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP. “Aku nggak mau SMP, mau kerja saja. Soalnya enak dapat uang,” katanya polos. Pernyataannya mencerminkan kekhawatiran akan hilangnya semangat belajar akibat tekanan ekonomi.
Padahal, menurut UU Perlindungan Anak, anak tidak boleh dilibatkan dalam pekerjaan terburuk atau dimanfaatkan untuk kepentingan ekonomi. Pasal 76F dan 76I menegaskan larangan tersebut. Situasi ini menantang upaya Pemkot Bontang dalam memenuhi indikator Kota Layak Anak.
Predikat Madya dan Nindya pernah diraih Kota Taman sebelumnya. Namun, jika praktik eksploitasi ekonomi terhadap anak masih terjadi, maka predikat “Utama” KLA menjadi pertanyaan besar. Pemerintah diharapkan segera merespons laporan ini dengan kebijakan konkret.
Sumber : https://bekesah.co/dugaan-eksploitasi-anak-terjadi-di-bontang-siswa-sd-jualan-hingga-pukul-2300-malam
Penulis : Arnelya NL



