Fajarnews.co, PENAJAM PASER UTARA – Kebakaran yang melanda kawasan Bukit Tengkorak, bagian dari Tahura Bukit Soeharto di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, kembali menyoroti ancaman terhadap kawasan konservasi di sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN).
Dilansir dari Antarakaltim.com, Selama hampir sepekan, titik api muncul di kawasan tersebut dan meninggalkan hamparan lahan yang hangus. Pepohonan serta vegetasi yang sebelumnya menjadi bagian dari kawasan hijau kini berubah menjadi abu.
Namun, persoalan tidak berhenti pada kebakaran. Saat melakukan peninjauan pada Sabtu (5/9/2026), tim Otorita IKN menemukan sejumlah pohon berukuran besar dengan bekas tebangan di area yang terdampak api.
Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna A. Safitri, mengatakan temuan tersebut memunculkan dugaan bahwa sebagian kawasan telah ditebang sebelum kemudian terbakar.
“Kami sudah melihat sendiri, di lokasi ada bekas tebangan. Ada pohon-pohon besar yang ditebang, kemudian area ini dilaporkan sebagai kawasan yang terbakar,” ujar Myrna.
Temuan tersebut kini menjadi bagian dari penanganan aparat. Otorita IKN menyebut satu orang terduga pelaku pembakaran telah dilaporkan kepada aparat penegak hukum dan kasusnya sedang dalam proses penyidikan.
Ancaman bagi kawasan konservasi
Bukit Soeharto memiliki peran penting sebagai kawasan hutan dan habitat berbagai jenis flora serta fauna. Kerusakan akibat kebakaran tidak hanya menghilangkan tutupan vegetasi, tetapi juga berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem.
Kondisi kemarau panjang turut meningkatkan kerentanan kawasan terhadap kebakaran. Vegetasi yang mengering membuat api lebih mudah menjalar ketika muncul titik panas.
Kawasan ini juga memiliki sejarah panjang kebakaran. Peristiwa besar pada 1997 pernah meninggalkan kerusakan luas yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk kembali pulih.
Kini, ketika proses pemulihan ekosistem belum sepenuhnya selesai, kebakaran kembali menjadi ancaman.
Pengawasan dan sanksi diperkuat
Otorita IKN memastikan pemantauan kawasan akan diperketat. Pemetaan lahan yang terbakar, patroli, serta langkah penegakan hukum terus dilakukan untuk mencegah kerusakan meluas.
Selain proses hukum terhadap dugaan pelaku pembakaran, satu perusahaan perkebunan juga telah dikenai sanksi administratif berupa paksaan pemerintah untuk melakukan pemulihan terhadap area terdampak.
Sejumlah perusahaan lain turut berada dalam pengawasan khusus karena titik panas di wilayah kegiatan mereka masih menjadi perhatian.
Otorita IKN juga mengingatkan seluruh pemegang perizinan berusaha di kawasan delineasi IKN agar memastikan kesiapan personel, peralatan, serta prosedur pengendalian kebakaran hutan dan lahan.
Kebakaran di Bukit Tengkorak menjadi pengingat bahwa perlindungan hutan di kawasan IKN tidak cukup hanya mengandalkan aturan. Pengawasan di lapangan dan kepatuhan semua pihak menjadi kunci agar kawasan konservasi tidak terus kehilangan tutupan hijaunya.
Bukit Soeharto bukan sekadar hamparan hutan. Kawasan ini adalah bagian penting dari penyangga kehidupan di Sepaku yang harus tetap dijaga untuk generasi mendatang.



