Fajarnews.co, Ketika harga kebutuhan sehari-hari terus meningkat sementara pendapatan tidak mengalami kenaikan yang sebanding, mengatur keuangan rumah tangga menjadi semakin penting.
Dilansir dari CNN Indonesia, Kondisi tersebut terlihat dari kenaikan sejumlah harga pangan. Berdasarkan data SP2KP Kementerian Perdagangan yang dikutip dalam laporan tersebut, harga rata-rata beras premium secara nasional naik dari Rp15.546 menjadi Rp15.621 per kilogram. Harga daging ayam ras juga meningkat dari Rp38.408 menjadi Rp40.978 per kilogram.
Di sisi lain, data Sakernas BPS Mei 2026 mencatat rata-rata upah buruh berada di sekitar Rp3,39 juta per bulan, dengan kenaikan 3,08 persen dibanding Februari 2026.
Situasi ini membuat masyarakat perlu lebih selektif menentukan pengeluaran. Sejumlah perencana keuangan menyarankan beberapa langkah berikut:
1. Kurangi pengeluaran yang sifatnya keinginan
Pengeluaran seperti jajan berlebihan, nongkrong, liburan, membeli gadget karena mengikuti tren, hingga layanan berlangganan yang jarang digunakan bisa menjadi pos pertama yang dievaluasi.
Bukan berarti seluruh hiburan harus dihilangkan, tetapi frekuensinya dapat dikurangi agar uang tidak habis untuk kebutuhan yang sebenarnya masih bisa ditunda.
2. Bedakan kebutuhan wajib dan keinginan
Saat kondisi keuangan terbatas, kebutuhan pokok harus ditempatkan di urutan teratas. Biaya sekolah, listrik, makanan, transportasi kerja, serta cicilan utang menjadi prioritas.
Sementara pengeluaran seperti makan di luar, hiburan, belanja impulsif, dan perjalanan wisata dapat disesuaikan dengan kemampuan keuangan.
Pembagian anggaran seperti 50 persen untuk kebutuhan, 30 persen keinginan, dan 20 persen tabungan bisa dijadikan acuan. Namun, porsinya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
3. Jangan memaksakan investasi saat kondisi keuangan tertekan
Investasi memang penting untuk tujuan jangka panjang. Namun, ketika kebutuhan pokok belum terpenuhi atau dana darurat belum memadai, investasi dapat ditunda atau porsinya dikurangi.
Dana darurat sebaiknya menjadi salah satu prioritas agar seseorang tetap memiliki cadangan ketika menghadapi kebutuhan mendadak.
Intinya, saat harga naik sementara gaji belum banyak berubah, bukan hanya soal mencari penghasilan tambahan. Mengendalikan pengeluaran dan menentukan prioritas juga menjadi kunci agar kondisi keuangan tidak semakin tertekan.



