Prabowo Minta Syarat Rekrutmen TNI bagi Dayak Pedalaman Disesuaikan

redaksi

Fajarnews.co, Presiden RI Prabowo Subianto memberikan arahan agar masyarakat Suku Dayak pedalaman mendapat kesempatan lebih luas untuk bergabung sebagai prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Arahan tersebut disampaikan setelah Prabowo bertemu Pemimpin Besar Pasukan Merah Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR), Panglima Jilah, di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (28/8/2026).

Dalam pertemuan itu, salah satu aspirasi yang disampaikan berkaitan dengan keinginan masyarakat Dayak untuk dapat mengikuti seleksi TNI dan Polri dengan mempertimbangkan kondisi serta tradisi masyarakat adat.

Sekretariat Kabinet menyebut Prabowo telah memberikan sejumlah instruksi untuk menindaklanjuti aspirasi tersebut. Salah satunya mengenai penyesuaian persyaratan rekrutmen bagi warga Dayak pedalaman, termasuk ketentuan terkait tato yang menjadi bagian dari tradisi adat.

Sehari setelah pertemuan tersebut, Prabowo memanggil Panglima TNI, para kepala staf angkatan, serta sejumlah menteri ke kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

Dalam pertemuan itu, pembahasan mencakup perkembangan penyesuaian syarat perekrutan masyarakat Dayak pedalaman yang ingin menjadi prajurit TNI. Selain itu, turut dibahas penanganan sejumlah bencana dan persoalan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia, khususnya di Kalimantan dan Sumatra.

Markas Besar TNI memastikan akan menindaklanjuti arahan tersebut.

“Segala petunjuk dan arahan Bapak Presiden, TNI akan menindaklanjuti,” kata Kapuspen TNI Mayjen Muhammad Nas, Minggu (30/8/2026).

Menurut Nas, TNI pada dasarnya membuka kesempatan bagi seluruh warga negara untuk mengabdi melalui institusi militer. Namun, mekanisme penyesuaian persyaratan bagi masyarakat Dayak masih perlu dibahas lebih lanjut.

“Mengenai mekanisme dan bentuk penyesuaiannya, akan disampaikan setelah pembahasan dan penetapannya selesai,” ujarnya.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin sebelumnya juga menyebut adanya peluang pemberian keistimewaan tertentu dalam proses penerimaan masyarakat Dayak pedalaman.

“Oh ya, suku Dayak pedalaman dimintakan peluang untuk bisa masuk TNI, yang pendek-pendek kasih sedikit privilege lah,” kata Sjafrie di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (31/8/2026).

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menjelaskan bahwa masyarakat Dayak sebenarnya sudah memiliki kesempatan mengikuti seleksi TNI.

Ia mengatakan tato yang dimiliki karena alasan tradisi adat juga bukan persoalan baru dalam proses rekrutmen.

“Ya memang dari dulu juga sudah boleh, memang enggak ada masalah itu, dulu dibuatnya kalau punya tato karena tradisi ya diizinkan,” kata Maruli.

Dengan adanya arahan Presiden, ketentuan rekrutmen bagi masyarakat Dayak pedalaman kini akan dibahas lebih lanjut untuk menentukan bentuk penyesuaian yang dapat diterapkan.

Related Post

Tinggalkan komentar