Jejak Kampung Bahari, Dari Permukiman Nelayan hingga Dicatat sebagai Kawasan Rawan Narkoba

redaksi

Fajarnews.co, Kampung Bahari di Tanjung Priok, Jakarta Utara, kembali menjadi perhatian setelah Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan penggerebekan jaringan narkoba pada Kamis (13/8/2026).

Operasi tersebut bermula dari penangkapan seorang pria berinisial MR yang diduga menjadi bos jaringan narkoba. Setelah penangkapan, petugas membawa MR ke kawasan Kampung Bahari untuk mengembangkan penyelidikan.

Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN Brigjen Roy Hardy Siahaan mengatakan petugas mendapat perlawanan saat melakukan penggerebekan.

“Awalnya kita tangkap bosnya ini di sekitar Kampung Bahari, kemudian kita bawa ke dalam untuk pengembangan,” ujar Roy.

Menurut BNN, kelompok yang berada di lokasi menyerang petugas menggunakan mercon dan petasan. Aparat kemudian menggunakan gas air mata untuk meredam perlawanan.

Operasi terbaru ini menambah panjang catatan pemberantasan narkoba di kawasan tersebut. BNN bersama Polri sebelumnya juga melakukan operasi serupa di Kampung Bahari pada November 2025.

Riwayat Kampung Bahari dan Muara Bahari

Kampung Bahari berada di wilayah Tanjung Priok. Sejumlah kajian mengenai kawasan tersebut lebih banyak menggunakan nama Kampung Muara Bahari. Kedua wilayah tersebut merupakan area berbeda yang berada berdampingan dalam kawasan Kelurahan Tanjung Priok.

Sebuah penelitian pada 2024 menggambarkan Kampung Muara Bahari sebagai kawasan yang awalnya berupa rawa. Perkembangan kawasan kemudian membuat wilayah tersebut berubah menjadi permukiman padat dan bangunan-bangunan liar.

Kawasan itu juga dikenal sebagai tempat tinggal masyarakat yang banyak bekerja sebagai nelayan. Dalam salah satu kajian, narkoba disebut awalnya digunakan sebagian pekerja untuk menunjang aktivitas kerja yang berat.

Seiring waktu, narkoba kemudian berkembang menjadi barang yang diperjualbelikan. Faktor keuntungan ekonomi menjadi salah satu alasan aktivitas tersebut terus berlangsung.

Kajian lain pada 2021 menyebut kondisi geografis ikut membuat Kampung Muara Bahari rentan terhadap peredaran narkoba. Kawasan tersebut berada dekat dengan Stasiun Tanjung Priok, terminal, pelabuhan, serta jalur menuju Bandara Soekarno-Hatta.

Kampung Muara Bahari juga masuk dalam pemetaan kawasan rawan dan rentan narkoba berdasarkan Buku Petunjuk Teknis Indeks Keterpulihan Kawasan Rawan Narkoba di Indonesia yang diterbitkan BNN pada 2019.

Berbagai upaya pemulihan

Pemerintah dan aparat telah menjalankan sejumlah program untuk mengurangi persoalan narkoba di kawasan tersebut. Pada 2021, kepolisian mendorong pembentukan Kampung Tangguh Bebas Narkoba.

Upaya tersebut kemudian dilanjutkan melalui program pemulihan masyarakat. Pada 2025, BNN mencanangkan Kampung Harapan Bersinar atau Bersih Narkoba di Kampung Muara Bahari.

Program itu diarahkan untuk menangani persoalan narkotika secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat dan berbagai pihak.

Penggerebekan terbaru menunjukkan bahwa persoalan peredaran narkoba di kawasan Kampung Bahari masih menjadi tantangan bagi aparat. Penanganannya tidak hanya bergantung pada penindakan, tetapi juga membutuhkan penguatan lingkungan sosial, pemberdayaan masyarakat, serta program pencegahan yang berkelanjutan.

Related Post

Tinggalkan komentar