Fajarnews.co, Basarnas memastikan KMP Mutiara Sentosa II telah dilengkapi perlengkapan keselamatan sesuai standar, termasuk sekoci dan perahu karet. Namun, seluruh peralatan tersebut tidak dapat digunakan saat kebakaran melanda kapal karena api dengan cepat menguasai area buritan.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menjelaskan, titik awal kebakaran berada di bagian tengah bawah kapal sebelum menjalar ke arah belakang akibat tiupan angin yang cukup kencang. Kondisi itu membuat kru kesulitan mengakses dan menurunkan sekoci.
Menurutnya, prioritas kru saat insiden berlangsung adalah memadamkan api. Setelah upaya tersebut tidak berhasil mengendalikan kobaran, awak kapal langsung mengarahkan seluruh penumpang menuju haluan kapal sambil membagikan jaket pelampung sebagai langkah penyelamatan.
Syafii menegaskan tidak benar jika kapal disebut tidak memiliki sekoci. Berdasarkan hasil konfirmasi kepada kru, seluruh perlengkapan keselamatan telah tersedia dan kapal telah memenuhi persyaratan kelaikan pelayaran.
Wakil Menteri Perhubungan Suntana juga menyampaikan data dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) menunjukkan KMP Mutiara Sentosa II memiliki enam unit sekoci serta 25 life raft yang mampu menampung seluruh penumpang. Meski demikian, peralatan tersebut tidak bisa dioperasikan karena lokasi penyimpanannya berada di area yang telah dilalap api.
Operator kapal, PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP), turut memastikan bahwa sekoci, jaket pelampung, hingga alat pemadam api ringan tersedia di atas kapal. Pihak perusahaan juga masih menunggu hasil penyelidikan terkait fungsi alarm kebakaran yang disebut sebagian penumpang tidak terdengar saat insiden terjadi.
Keterangan kru menyebut seluruh perlengkapan penyelamatan ditempatkan di buritan, lokasi yang menjadi titik awal kebakaran. Karena akses menuju area tersebut tertutup kobaran api, nahkoda memutuskan mengarahkan penumpang ke bagian depan kapal untuk menyelamatkan diri dengan melompat ke laut menggunakan jaket pelampung.
KMP Mutiara Sentosa II terbakar saat berlayar di perairan utara Sumenep, Madura, pada Minggu (2/8). Berdasarkan data akhir Basarnas, sebanyak 238 orang berhasil dievakuasi, sementara lima penumpang dinyatakan meninggal dunia. Operasi pencarian resmi dihentikan pada Selasa (4/8), sedangkan penyebab pasti kebakaran masih diselidiki oleh pihak berwenang.



