Fajarnews.co, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali disalurkan kepada peserta didik di berbagai sekolah setelah sempat dihentikan sementara selama masa libur sekolah. Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan distribusi yang dimulai pekan ini dibarengi dengan sejumlah pembenahan guna meningkatkan kualitas pelayanan.
Wakil Kepala BGN, Trenggono, mengatakan pihaknya melakukan pemantauan langsung ke sejumlah sekolah dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jakarta Pusat untuk memastikan seluruh tahapan pelaksanaan program berjalan sesuai standar.
Menurutnya, perhatian utama tidak hanya pada kelancaran distribusi, tetapi juga kualitas menu, keamanan pangan, serta kecukupan gizi yang diterima para siswa.
“Setiap anak harus memperoleh makanan bergizi yang memenuhi kebutuhan nutrisi hariannya. Karena itu, penyediaan protein hewani, termasuk daging, terus diupayakan dengan tetap memperhatikan keamanan pangan dan ketersediaan bahan baku di setiap daerah,” ujar Trenggono.
Dalam kunjungan tersebut, BGN juga memberikan arahan kepada pengelola SPPG dan para mitra pelaksana agar rutin melakukan evaluasi bersama pihak sekolah. Masukan dari kepala sekolah, guru, maupun siswa dinilai penting sebagai bahan penyempurnaan menu dan pelayanan di lapangan.
Selain meningkatkan kualitas gizi, BGN juga mendorong agar pelaksanaan MBG memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Pengadaan bahan pangan diharapkan lebih banyak melibatkan petani, pelaku UMKM, dan pemasok lokal sehingga program ini tidak hanya berdampak pada kesehatan anak, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian daerah.
Sementara itu, Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menjelaskan masa jeda selama libur sekolah dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program. Berbagai perbaikan dilakukan, mulai dari tata kelola, mekanisme distribusi, hingga peningkatan standar operasional agar layanan semakin efektif.
Ia mengatakan peninjauan yang dilakukan di sejumlah sekolah dan SPPG juga menjadi kesempatan untuk menyerap masukan langsung dari para pelaksana di lapangan. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penyempurnaan program pada periode berikutnya.
BGN menegaskan akan terus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan MBG agar setiap penerima manfaat memperoleh makanan yang aman, bergizi, dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Pemerintah berharap program ini tidak hanya mendukung pemenuhan gizi peserta didik, tetapi juga menciptakan ekosistem pangan yang lebih kuat melalui pemanfaatan produk lokal dan keterlibatan pelaku usaha di berbagai daerah.



