Orang Tua Calon Siswa Minta Penjelasan Mekanisme Penilaian Jalur Prestasi SPMB di SMPN 1 Tenggarong

redaksi

Fajarnews.co, Kutai Kartanegara – Proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Kabupaten Kutai Kartanegara kembali menuai perhatian. Kali ini, sorotan datang dari salah seorang orang tua calon peserta didik yang mempertanyakan keterbukaan sistem penilaian pada jalur prestasi di SMP Negeri 1 Tenggarong.

Didi Tasidi, orang tua calon siswa, mengaku tidak mempermasalahkan keputusan seleksi. Namun, ia berharap pemerintah maupun penyelenggara SPMB dapat memberikan penjelasan yang lebih rinci mengenai perhitungan nilai yang digunakan dalam proses seleksi berbasis daring tersebut.

“Yang kami harapkan hanya keterbukaan. Kalau memang sistem penilaiannya sudah sesuai aturan, tentu tidak masalah. Yang penting masyarakat tahu bagaimana nilai itu dihitung,” ujar Didi kepada wartawan, Selasa (30/6/2026).

Menurutnya, anaknya yang merupakan lulusan terbaik atau peringkat pertama di sekolah asal gagal memperoleh kursi melalui jalur prestasi. Kondisi itu memunculkan pertanyaan karena berdasarkan perhitungannya, jumlah lulusan peringkat pertama dari wilayah Tenggarong, Loa Kulu, dan Tenggarong Seberang diperkirakan masih berada di bawah kuota jalur prestasi yang tersedia.

Ia menilai situasi tersebut perlu dijelaskan agar tidak memunculkan asumsi di tengah masyarakat.

“Kalau kuotanya 102 orang, sementara jumlah juara pertama dari tiga kecamatan sekitar 98 sekolah, tentu kami ingin tahu kenapa hasilnya bisa seperti itu. Bukan menggugat hasilnya, tetapi ingin memahami dasar penilaiannya,” katanya.

Didi juga menyoroti informasi yang ditampilkan dalam aplikasi SPMB. Menurutnya, sistem hanya memperlihatkan nilai akhir peserta tanpa disertai rincian komponen penyusun nilai tersebut.

“Di aplikasi hanya muncul angka akhir. Kami tidak bisa mengetahui berapa nilai rapor yang dihitung, bagaimana nilai Tes Kemampuan Akademik, atau berapa poin dari prestasi yang dimiliki. Itu yang menurut kami perlu dibuka,” ujarnya.

Selain itu, ia mengaku mengalami kendala ketika hendak menarik kembali berkas pendaftaran setelah anaknya dinyatakan tidak lolos seleksi. Fitur pencabutan berkas yang tersedia di aplikasi disebut tidak dapat diakses meski telah beberapa kali dicoba.

“Sistem memang menyediakan menu pencabutan berkas, tetapi ketika digunakan hanya terus memuat dan tidak bisa diproses,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala SMP Negeri 1 Tenggarong, Imam Huzaeni, menjelaskan bahwa sekolah tidak memiliki kewenangan menentukan peserta yang diterima. Seluruh tahapan seleksi dilakukan melalui aplikasi SPMB yang dikelola pemerintah daerah.

Ia mengatakan peran sekolah hanya sebatas memverifikasi dokumen yang diunggah calon peserta didik sesuai ketentuan yang berlaku.

“Penentuan hasil seleksi sepenuhnya dilakukan oleh sistem. Sekolah hanya memastikan berkas yang diunggah sudah sesuai persyaratan,” jelas Imam.

Ia menerangkan bahwa jalur prestasi menggunakan beberapa indikator penilaian yang kemudian diakumulasikan menjadi nilai akhir. Komponen tersebut meliputi rata-rata nilai rapor semester satu hingga lima, nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA), serta poin tambahan dari sertifikat prestasi yang dimiliki peserta.

“Nilai yang muncul di aplikasi merupakan hasil akumulasi seluruh komponen tersebut, bukan hanya berdasarkan peringkat siswa di sekolah asal,” terangnya.

Imam menambahkan, kuota jalur prestasi di SMP Negeri 1 Tenggarong mencapai 102 peserta atau sekitar 30 persen dari total daya tampung sebanyak 340 siswa baru. Seluruh pendaftar kemudian diperingkat berdasarkan total nilai tertinggi hingga kuota terpenuhi.

Terkait kendala pencabutan berkas, pihak sekolah menyampaikan bahwa sistem sebenarnya telah menyediakan mekanisme bagi peserta untuk menarik dokumen, memperbaiki data apabila terdapat kekeliruan, kemudian melakukan pendaftaran kembali selama tahapan SPMB masih berlangsung.

“Kami berupaya menjalankan seluruh proses sesuai ketentuan yang berlaku. Semua penilaian didasarkan pada dokumen dan bukti yang diunggah peserta ke dalam sistem,” tutup Imam.

Related Post

Tinggalkan komentar