Fajarnews.co,Jakarta – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia tidak hanya bergantung pada kebijakan, tetapi juga pada fondasi karakter dan cara berpikir yang kuat di seluruh ekosistem pendidikan.
Dalam momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional di Jakarta, Sabtu (2/5), Abdul Mu’ti memperkenalkan konsep “3M” sebagai pilar utama yang harus dimiliki dalam upaya mendorong pendidikan yang berkelanjutan, yakni mindset (pola pikir), mental (ketangguhan sikap), dan misi (arah tujuan yang jelas).
“Tanpa 3M, berbagai kebijakan peningkatan mutu pendidikan hanya akan menjadi formalitas dan angka-angka administratif,” ujarnya dalam pidato yang disiarkan secara nasional.
Ia menekankan bahwa pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu, melainkan upaya membentuk manusia seutuhnya yang beriman, berakhlak, cerdas, terampil, serta memiliki tanggung jawab sosial. Hal ini sejalan dengan amanat konstitusi dan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional.
Lebih lanjut, Abdul Mu’ti menyebut bahwa visi pendidikan juga sejalan dengan arah pembangunan nasional yang menitikberatkan pada penguatan sumber daya manusia unggul, sebagaimana tertuang dalam agenda pembangunan pemerintah.
“Pendidikan adalah kerja kolektif untuk membangun manusia Indonesia yang kuat, tangguh, dan bermartabat,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak, termasuk lembaga mitra dalam dan luar negeri, yang telah mendukung transformasi pendidikan di Indonesia.
Menurutnya, dalam 18 bulan terakhir, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah memperkuat fondasi sistem pendidikan melalui berbagai regulasi serta penguatan ekosistem pembelajaran yang melibatkan sekolah, keluarga, masyarakat, dan media secara terpadu.
Dengan pendekatan tersebut, pemerintah berharap kualitas pendidikan Indonesia tidak hanya meningkat secara angka, tetapi juga benar-benar berdampak pada pembentukan karakter generasi masa depan.



