Fajarnews.co,Jakarta – Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla kembali menjadi sorotan setelah menggelar pertemuan tertutup dengan puluhan pimpinan organisasi masyarakat (ormas) Islam di kediamannya di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (28/4) malam.
Pertemuan yang berlangsung sekitar tiga jam itu dihadiri lebih dari 40 tokoh ormas. Agenda utamanya adalah merespons polemik yang muncul usai JK dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penistaan agama.
Tokoh Islam Din Syamsuddin menyebut pertemuan ini dilatarbelakangi keresahan sejumlah kalangan. Ia menilai, dukungan terhadap JK sebelumnya justru banyak datang dari tokoh lintas agama, termasuk dari PGI dan KWI.
“Karena itu, para pimpinan ormas Islam merasa perlu bersilaturahmi sekaligus membahas situasi yang berkembang,” ujarnya usai pertemuan.
Polemik ini dipicu oleh potongan video pidato JK di Universitas Gadjah Mada yang beredar luas di media sosial. Menurut Din, isi video tersebut telah dipelintir sehingga memicu kesalahpahaman dan berpotensi memecah belah masyarakat.
Sejumlah langkah pun mulai disiapkan. Para advokat dari kalangan ormas disebut siap memberikan pendampingan hukum bagi JK. Bahkan, ada kemungkinan langkah hukum balik terhadap pihak yang dianggap menyebarkan fitnah.
“Ini bukan pertama kali terjadi. Ada indikasi upaya mengadu domba antarumat beragama,” tegas Din.
Sebelumnya, dukungan terhadap JK juga mengalir dari berbagai kelompok lintas organisasi, mulai dari KAHMI hingga organisasi kepemudaan seperti HMI, PMII, GMKI, dan PMKRI.
Pertemuan ini memperlihatkan bahwa isu yang berkembang tak hanya berdimensi hukum, tetapi juga sensitif secara sosial dan keagamaan. Di tengah situasi tersebut, komunikasi antar kelompok dinilai menjadi kunci untuk meredam ketegangan yang berpotensi meluas.



