Pasokan BBM Tabang Pulih Cepat, Harga Tetap Terkendali

redaksi

Fajarnews.co,Kutai Kartanegara, Minggu (19/04/2026) – Ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kecamatan Tabang kembali berangsur normal setelah sempat mengalami kekosongan dalam waktu singkat. Meski sempat terjadi gangguan distribusi, harga BBM di lapangan dilaporkan masih relatif stabil.

Camat Tabang, Riyandi Elvandar, menjelaskan bahwa kelangkaan terjadi pada Rabu akibat meningkatnya pembelian oleh masyarakat. Kondisi tersebut, kata dia, tidak berlangsung lama karena pasokan kembali masuk ke Agen Premium dan Minyak Solar (APMS) keesokan harinya.

“Lonjakan permintaan sempat membuat stok kosong. Namun sehari setelahnya, distribusi kembali berjalan sehingga ketersediaan BBM mulai stabil,” ujarnya.

Ia juga membantah isu yang menyebut harga BBM eceran melonjak hingga Rp25.000 per liter. Berdasarkan hasil pemantauan bersama aparat kepolisian, tidak ditemukan adanya penjualan dengan harga setinggi itu.

“Hasil pengecekan di lapangan tidak menemukan harga seperti yang beredar. Informasi itu tidak benar,” tegasnya.

Menurut Riyandi, harga BBM di tingkat APMS masih sesuai ketentuan, yakni sekitar Rp10.000 per liter. Sementara di tingkat pengecer, harga Pertalite berada di kisaran Rp15.000 per liter, dipengaruhi oleh biaya distribusi serta kondisi geografis wilayah yang cukup menantang.

Ia menambahkan, kekosongan BBM dipicu oleh kepanikan warga setelah beredarnya kabar pembatasan pembelian melalui media sosial. Hal ini mendorong masyarakat melakukan pembelian dalam jumlah besar secara bersamaan.

“Adanya informasi pembatasan membuat warga berbondong-bondong membeli BBM, sehingga stok sempat habis dalam waktu singkat,” jelasnya.

Selain faktor lonjakan permintaan, hambatan teknis seperti kondisi jalan yang kurang mendukung juga memengaruhi kelancaran distribusi ke wilayah tersebut.

Kini, distribusi BBM di Tabang telah kembali normal. Pemerintah setempat mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dalam membeli BBM agar ketersediaan tetap terjaga dan tidak kembali terjadi kelangkaan.

Related Post

Tinggalkan komentar