Jembatan di Ujung Sangasanga Belum Tuntas, Warga Masih Bergantung Akses Terbatas

redaksi

Fajarnews.co,Kutai Kartanegara, Sabtu (28/03/2026) – Warga di RT 11, Sangasanga Muara, masih harus menghadapi keterbatasan akses akibat kondisi jembatan yang belum sepenuhnya rampung. Padahal, jembatan tersebut menjadi satu-satunya jalur utama bagi aktivitas masyarakat di wilayah tersebut. Jembatan yang membentang hingga hampir satu kilometer itu menghubungkan permukiman warga yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan dan petani, namun hingga kini perbaikannya baru terealisasi sebagian.

Anggota DPRD Kutai Kartanegara periode 2024–2029 dari Fraksi PDI Perjuangan, Rahmat Dermawan, yang mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) IV meliputi Samboja, Muara Jawa, dan Sangasanga, mengatakan pihaknya telah dua kali melakukan perbaikan pada jembatan tersebut.

“Kurang lebih sekitar 200 sampai 300 meter sudah kita perbaiki. Kita juga sudah membangun satu dermaga untuk mendukung aktivitas nelayan di sana,” ujarnya.

Meski demikian, panjang jembatan yang cukup ekstrem membuat proses perbaikan belum bisa diselesaikan secara menyeluruh. Kondisi ini membuat warga masih harus beraktivitas dengan akses yang terbatas.

Rahmat mengakui, persoalan infrastruktur dasar di wilayah pesisir masih menjadi tantangan besar. Luasnya wilayah Kutai Kartanegara membuat tidak semua daerah dapat terjangkau pembangunan secara merata.

“Wilayah kita luas, sehingga masih ada beberapa sektor dan kawasan yang belum maksimal mendapat perhatian,” jelasnya.

Ia menambahkan, sejak pertama kali turun ke lokasi, keluhan terkait kondisi jembatan sudah menjadi perhatian utama masyarakat setempat. Bahkan, kondisi jembatan sebelumnya dinilai cukup memprihatinkan.

“Kalau dilewati itu bunyinya sudah tidak nyaman, banyak paku yang muncul. Itu sangat membahayakan,” ungkapnya.

Kondisi tersebut tidak hanya menyulitkan mobilitas warga, tetapi juga berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat, terutama nelayan dan petani yang bergantung pada akses distribusi.

Ke depan, Rahmat mendorong agar pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap wilayah-wilayah yang selama ini dinilai masih tertinggal dari sisi pembangunan infrastruktur.

“Ini akan terus kita dorong melalui program-program pemerintah, agar kawasan seperti ini tidak lagi terpinggirkan,” tegasnya.

Bagi warga di ujung Sangasanga, jembatan bukan sekadar penghubung, tetapi juga harapan akan kemudahan akses dan peningkatan kesejahteraan yang hingga kini masih terus diperjuangkan.

Related Post

Tinggalkan komentar