Fajarnews.co,Samarinda – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda memfasilitasi pertemuan antara pihak RSUD IA Moeis Samarinda dan para relawan, Rabu (25/3/2026). Pertemuan ini digelar menyusul polemik dugaan penolakan penanganan korban kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit tersebut.
Sebelumnya, pada Selasa (24/3/2026) sore, terjadi kecelakaan lalu lintas di KM 15 Loa Janan. Korban dilaporkan mengalami cedera serius pada bagian kaki hingga nyaris putus. Korban kemudian dievakuasi menggunakan mobil double cabin dan dibawa ke IGD RSUD IA Moeis. Namun, setibanya di lokasi, korban disebut tidak mendapatkan penanganan medis dan akhirnya dirujuk ke RS Hermina untuk perawatan lebih lanjut.
Di tengah kejadian tersebut, beredar tangkapan layar percakapan yang diduga berasal dari grup internal IGD RSUD IA Moeis. Dalam pesan itu, terdapat imbauan kepada relawan agar korban kecelakaan langsung dibawa ke rumah sakit lain. Informasi ini pun memicu reaksi dari para relawan.
Pada malam harinya, sejumlah relawan mendatangi IGD RSUD IA Moeis guna meminta penjelasan terkait insiden tersebut. Namun, mereka hanya dapat bertemu dengan petugas keamanan yang sedang berjaga.
Dalam pertemuan yang berlangsung di kantor Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Direktur RSUD IA Moeis, dr. Osa Rafshodia, menyampaikan klarifikasi. Ia mengakui adanya keteledoran dari tim yang bertugas saat kejadian. Meski demikian, ia membantah kebenaran isi percakapan yang beredar dan menyebutnya tidak berasal dari pihak resmi rumah sakit.
Sebagai tindak lanjut, manajemen RSUD IA Moeis telah menjatuhkan sanksi disiplin kepada 19 orang yang terlibat dalam insiden tersebut.
Kasus ini menjadi perhatian publik dan diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, khususnya dalam penanganan pasien gawat darurat.



