Fajarnews.co,Kutai Kartanegara – Kepala Desa Kembang Janggut, Ardiansyah, menyampaikan apresiasinya atas penyerahan bantuan kendaraan dalam rangka Program Kegiatan Usaha Produktif yang dilaksanakan PT REA Kaltim Plantations, kegiatan berlangsung di Pendopo Odah Etam, Rabu (11/02/2026). Menurutnya, program tersebut menjadi awal yang baik bagi masyarakat desa yang selama ini menantikan realisasi kewajiban perusahaan.
“Alhamdulillah hari ini kami sangat mengapresiasi sekali kepada REA Kaltim. Ini yang dinantikan oleh warga Desa Kembang Janggut, yang selama ini belum sepenuhnya terpenuhi dari kewajiban perusahaan kepada desa kami,” ujarnya.
Ia berharap, penyerahan unit kendaraan tersebut tidak berhenti pada tahap awal saja, melainkan menjadi pintu masuk bagi program-program lain yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Mudah-mudahan ini menjadi titik awal yang baik untuk REA Kaltim dan Desa Kembang Janggut, dan ke depan ada program-program lain yang manfaatnya benar-benar dirasakan warga,” tambahnya.
Meski demikian, Ardiansyah menegaskan bahwa prioritas utama desa tetap pada penyediaan lahan kebun plasma. Namun karena keterbatasan lahan di wilayahnya, desa untuk sementara menerima skema alternatif berupa usaha produktif.
“Utamanya kami itu sebenarnya lahan. Tapi karena keterbatasan lahan di Kembang Janggut, maka kami ambil program dalam bentuk lain ini,” jelasnya.
Ia menyebutkan, berdasarkan rencana awal, luas lahan yang seharusnya dibangun mencapai sekitar 900 hektare. Namun hingga saat ini baru terealisasi sekitar 113 hektare, sehingga masih tersisa lebih dari 800 hektare yang belum terealisasi.
“Kami berharap nanti sekitar 500 sampai 600 hektare bisa direalisasikan untuk kebun, sisanya baru kami gunakan untuk program unit seperti ini,” ungkapnya.
Menurutnya, skema kebun plasma tetap lebih diutamakan karena masa manfaatnya lebih panjang, yakni hingga 25 tahun. Sementara untuk unit kendaraan atau alat berat, masa kontraknya relatif lebih pendek.
“Kalau kebun, seperti yang disampaikan Pak Bupati, umurnya bisa 25 tahun. Kalau unit ini kan lima tahun, nanti bisa diganti lagi. Jadi kami tetap mengutamakan kebun,” tegasnya.
Terkait bantuan unit kendaraan, ia menyebutkan saat ini baru terealisasi beberapa unit dan ke depan masih berprogres sesuai kesepakatan bersama. Desa juga menargetkan adanya tambahan unit seperti truk dan alat berat, sembari tetap mendorong realisasi lahan kebun plasma.
Ardiansyah menegaskan pihaknya akan mengawal program ini sebagaimana arahan Bupati Kukar, agar hak masyarakat benar-benar terpenuhi dan tidak terjadi ketimpangan dalam pelaksanaannya.
“Kami akan selalu kawal program ini. Harapan kami, apa pun bentuknya, baik kebun maupun usaha produktif, yang terpenting kesejahteraan masyarakat Desa Kembang Janggut bisa meningkat,” tutupnya.



