Fajarnews.co, Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara terus mendorong pemerataan akses pendidikan melalui program angkutan pelajar gratis. Layanan ini mencakup wilayah daratan hingga pesisir, memastikan pelajar dapat menuju sekolah tanpa terkendala transportasi. Program tersebut juga menjadi langkah konkret pemerintah dalam mendukung mobilitas aman dan terjangkau bagi siswa.
Saat ini, Pemkab Kukar mengoperasikan sembilan armada khusus pelajar. Tujuh di antaranya berupa bus yang melayani rute di Tenggarong, Loa Kulu, Kembang Janggut, dan Kota Bangun. Sementara dua armada lain merupakan kapal pelajar yang beroperasi di kawasan pesisir Anggana.
Keberadaan kapal pelajar dianggap sebagai inovasi penting bagi daerah yang tidak dapat dijangkau jalur darat. Banyak siswa di wilayah pesisir perlu melintasi sungai untuk berangkat ke sekolah, sehingga transportasi yang aman sangat dibutuhkan. Armada tersebut hadir dengan jadwal yang lebih pasti dibandingkan transportasi komersial.
Program angkutan pelajar ini memberikan dampak langsung bagi ribuan siswa. Sebelumnya, banyak pelajar mengandalkan perahu sewaan atau ojek sungai dengan biaya cukup tinggi, sehingga program ini meringankan beban keluarga. Selain itu, keamanan perjalanan lebih terjamin karena armada berada di bawah pengelolaan Dishub Kukar.
Dalam keterangannya, Kepala Dinas Perhubungan Kukar Ahmad Junaidi menegaskan komitmen pemerintah. Ia menyampaikan bahwa program ini menjadi bagian dari agenda Kukar Idaman Terbaik yang mengutamakan pemerataan layanan publik. “Program angkutan pelajar ini merupakan bagian dari Kukar Idaman Terbaik. Kami memastikan akses pendidikan yang aman dan nyaman bagi seluruh pelajar. Kami berharap ini semakin meningkatkan kualitas layanan transportasi pelajar di seluruh wilayah Kukar,” ujarnya.
Pemerintah daerah juga melakukan evaluasi berkala terhadap armada yang beroperasi. Proses perawatan bus dan kapal dilakukan rutin agar seluruh unit tetap layak digunakan. Selain itu, rute dan jadwal turut disesuaikan berdasarkan kebutuhan pelajar di masing-masing wilayah.
Dengan berbagai upaya tersebut, Pemkab Kukar berharap tidak ada lagi pelajar yang terhambat dalam menempuh pendidikan karena sulitnya akses transportasi. Program ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan pemerataan pembangunan. Upaya keberlanjutan terus dilakukan agar layanan semakin optimal.



