Bahaya! Minuman Sehari-hari Ini Ternyata Bisa Merusak Ginjal Secara Diam-Diam

redaksi

Minuman berkemasan berpemanis. Foto/Kompas/Deonisia Arlinta

Fajarnews.co, Jakarta – Masyarakat kerap kali tidak menyadari bahwa minuman yang dikonsumsi setiap hari dapat membawa dampak serius terhadap kesehatan ginjal. Organ yang memiliki fungsi vital seperti menyaring racun, menjaga keseimbangan cairan tubuh, serta mengatur kadar mineral dan elektrolit ini, ternyata bisa terganggu hanya karena kebiasaan minum yang tampak sepele. Sayangnya, banyak orang tidak memperhatikan jenis cairan yang mereka konsumsi setiap harinya.

Dalam jangka pendek, beberapa minuman memang tidak menimbulkan efek yang berarti. Namun jika dikonsumsi terus-menerus dalam jangka panjang, dampaknya terhadap ginjal bisa sangat fatal. Kerusakan ginjal sering kali baru dirasakan setelah gejalanya muncul, dan pada tahap itu kondisi sudah tergolong serius. “Minuman yang tampaknya aman ini sebenarnya menekan fungsi ginjal dan merusak sistem penyaringannya,” demikian dilansir dari Times of India.

Salah satu minuman yang paling banyak dikonsumsi adalah soda, terutama jenis yang berwarna gelap. Kandungan asam fosfat dalam soda memberi sensasi menyegarkan dan ‘menggelitik’ di mulut, tetapi efeknya terhadap ginjal justru sangat merugikan. Studi menunjukkan bahwa konsumsi tinggi asam fosfat bisa meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal dan merusak fungsi ginjal secara bertahap. Selain itu, soda juga tinggi pemanis tambahan dan pemanis buatan yang menurunkan kinerja ginjal.

Tidak hanya soda, jus buah dalam kemasan juga kerap disalahartikan sebagai minuman sehat. Kemasan yang menarik dengan label “no added sugar” sering kali menyesatkan konsumen. Padahal, “minuman buah kemasan biasanya tinggi kandungan pemanis tambahan, pengawet, dan perisa buatan,” ungkap laporan tersebut. Kandungan buah asli dalam minuman tersebut umumnya sangat sedikit, bahkan nyaris tidak ada.

Konsumsi rutin jus buah kemasan bisa memicu lonjakan insulin dan tekanan darah tinggi. Kedua hal ini berkontribusi besar terhadap kerusakan ginjal kronis. Meskipun beberapa produk tidak menggunakan gula tambahan, penggunaan pemanis buatan tetap menjadi ancaman bagi organ penyaring ini. Gula sintetis pun bisa memberikan efek negatif yang tak jauh berbeda dengan gula biasa.

Minuman beralkohol juga termasuk dalam daftar minuman yang merusak ginjal secara diam-diam. Konsumsi alkohol membuat ginjal harus bekerja lebih keras karena alkohol menyebabkan dehidrasi dan memengaruhi hormon yang mengatur keseimbangan cairan tubuh. “Sering mengonsumsi minuman beralkohol bisa meningkatkan tekanan darah yang mengarah pada gagal ginjal,” ujar laporan yang sama.

Minuman berenergi dan minuman olahraga atau sports drink juga tidak luput dari sorotan. Meski dikenal mampu menambah energi dan menggantikan cairan setelah berolahraga, kandungan gula, garam, dan pewarna sintetis di dalamnya bisa menjadi beban bagi ginjal. “Kafein sendiri bisa membuat tubuh dehidrasi sehingga menurunkan aliran darah ke ginjal,” jelas laporan tersebut. Bagi orang yang tidak rutin melakukan aktivitas fisik berat, konsumsi minuman semacam ini sebaiknya dibatasi.

Para ahli menyarankan masyarakat untuk kembali pada konsumsi air putih sebagai sumber cairan utama. Kebiasaan mengonsumsi minuman kemasan, apalagi dalam jumlah besar, harus dikurangi demi menjaga kesehatan ginjal dalam jangka panjang. Menyadari kandungan dalam setiap jenis minuman dan mengontrol asupannya merupakan langkah awal untuk melindungi organ vital ini dari kerusakan yang sulit dipulihkan.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20250908094110-262-1271067/daftar-minuman-perusak-ginjal-bukan-cuma-alkohol?mtype=mpc.ctr.B-boxccxmpcxmp-modelB

Related Post

Tinggalkan komentar