Fajarnews.co, Tenggarong – Elemen mahasiswa di Kabupaten Kutai Kartanegara menggelar konsolidasi di Lapangan Kampus Universitas Kutai Kartanegara, Jalan Gunung Kombeng, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Jumat (29/8/2025) malam. Konsolidasi yang berlangsung pukul 20.30 hingga 22.30 WITA ini dipimpin oleh Presiden BEM Unikarta, M. Ibnu Ridho, dan diikuti sekitar 60 orang perwakilan mahasiswa.
Dalam penyampaiannya, Ibnu menegaskan konsolidasi diikuti oleh BEM Unikarta, HMI, PMII, dan GMNI cabang Kukar untuk merespons situasi nasional yang dinilai sudah berada pada fase darurat. Ia menyoroti berulangnya insiden kekerasan aparat terhadap masyarakat sipil.
“Mulai dari penyiraman bensin terhadap kader HMI di Tanjung Selor, pemukulan masyarakat Desa Jonggon, penahanan warga Jahab, hingga peristiwa terbaru yang menewaskan seorang driver ojek online. Semua ini bukti bahwa pelanggaran HAM semakin marak. Kami menyerukan kepada seluruh elemen mahasiswa dan rakyat Indonesia untuk bergerak serentak, menuntut penghentian segala bentuk kekerasan aparat terhadap masyarakat sipil,” ujar Ibnu.
Selain itu, konsolidasi juga membahas sejumlah isu, di antaranya penilaian bahwa Indonesia telah mengalami darurat pendidikan, penolakan terhadap RKHUP, penolakan terhadap UU TNI dan Polri, desakan reformasi dalam tubuh Polri, serta kecaman terhadap pejabat negara yang dinilai hanya menari di atas penderitaan rakyat.
Dari hasil konsolidasi tersebut, ditetapkan rencana aksi yang akan dilaksanakan pada Senin, 1 September 2025. Massa aksi ditargetkan berjumlah sekitar 150 orang yang berasal dari BEM Unikarta, HMI, PMII, dan GMNI. Titik kumpul berada di Kampus Universitas Kartanegara, kemudian dilanjutkan long march menuju Kantor DPRD Kukar dan Kantor DPRD Kaltim. Aksi akan dipimpin langsung oleh Presiden BEM Unikarta, M. Ibnu Ridho.



