Mendag Dorong UMKM Perluas Pasar Ekspor di Tengah Tekanan Rupiah

redaksi

Fajarnews.co,Menteri Perdagangan Budi Santoso meminta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memanfaatkan peluang ekspor meski nilai tukar rupiah tengah mengalami tekanan terhadap dolar Amerika Serikat.

Menurut Budi, kondisi pelemahan rupiah justru dapat menjadi momentum bagi produk lokal untuk lebih kompetitif di pasar internasional. Pemerintah pun terus mendorong UMKM agar berani menembus pasar global melalui berbagai program pendampingan ekspor.

“Di tengah situasi ekonomi global yang dinamis, ekspor harus tetap bergerak. Pelaku UMKM perlu melihat peluang baru agar produk Indonesia semakin dikenal di luar negeri,” ujar Budi dalam keterangannya di Jakarta.

Ia menjelaskan, kinerja ekspor nasional hingga Maret 2026 masih menunjukkan pertumbuhan positif. Karena itu, pemerintah optimistis sektor perdagangan tetap mampu menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Kementerian Perdagangan saat ini memperkuat program “UMKM Bisa Ekspor” yang mencakup pelatihan, pendampingan, hingga fasilitasi business matching dengan pembeli luar negeri. Program tersebut ditujukan untuk membantu pelaku usaha kecil yang memiliki produk potensial namun belum memahami prosedur ekspor.

Budi mengakui masih banyak UMKM terkendala dalam mencari buyer internasional dan memenuhi standar pasar luar negeri. Untuk mengatasi hal itu, pemerintah mengoptimalkan jaringan perdagangan Indonesia di berbagai negara melalui atase perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC).

“Banyak produk UMKM sebenarnya punya kualitas bagus. Tinggal bagaimana didampingi agar memenuhi standar ekspor dan terhubung dengan pasar global,” katanya.

Selain sektor ekspor, pemerintah juga memastikan kondisi harga kebutuhan pokok domestik tetap terkendali meski rupiah sempat melemah. Pemantauan harga pangan terus dilakukan bersama kementerian terkait untuk menjaga stabilitas pasar dan daya beli masyarakat.

Pelemahan rupiah sebelumnya dipengaruhi ketidakpastian global, termasuk konflik geopolitik dan penguatan dolar AS yang berdampak pada pasar keuangan dunia.

Related Post

Tinggalkan komentar