Fajarnews.co,Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak boleh terganggu karena dinilai memiliki dampak besar terhadap ekonomi desa dan kesejahteraan petani.
Saat meninjau gudang penyangga Bulog di Surabaya, Rabu (13/5), Amran mengatakan pemerintah siap melakukan evaluasi apabila ditemukan masalah dalam pelaksanaan program. Namun, ia juga memastikan tindakan tegas akan diberikan jika ada unsur korupsi atau penyelewengan.
“Kalau ada kesalahan, kita perbaiki. Kalau ada korupsi, ditangkap dan diproses hukum. Itu komitmen pemerintah dan Presiden,” kata Amran.
Menurutnya, MBG bukan hanya program pemenuhan gizi bagi anak-anak, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat, terutama di sektor pertanian dan peternakan.
Amran menjelaskan program tersebut kini berperan sebagai pasar penampung atau off-taker bagi hasil produksi petani dan peternak. Salah satu komoditas yang disebut mendapat dampak positif adalah telur ayam.
Ia mengungkapkan pemerintah telah mengusulkan penambahan frekuensi konsumsi telur dalam menu MBG dari satu kali menjadi dua kali dalam seminggu untuk meningkatkan penyerapan produksi peternak.
“Kalau puluhan juta penerima MBG mengonsumsi telur, otomatis produksi peternak akan terserap dan harga di tingkat petani bisa kembali membaik,” ujarnya.
Amran optimistis peningkatan konsumsi melalui program MBG dapat membantu menstabilkan harga hasil pertanian dan peternakan dalam waktu cepat.
Selain aspek ekonomi, ia menilai program MBG merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas generasi muda Indonesia melalui pemenuhan gizi sejak dini.
Menurut Amran, manfaat program tersebut mungkin tidak langsung terlihat secara politik, namun akan berdampak besar terhadap kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.
Program MBG sendiri menjadi salah satu agenda prioritas pemerintahan Prabowo Subianto dalam upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak sekolah di seluruh Indonesia.



