Fajarnews.co,Insiden kekerasan di ruang publik kembali terjadi di Ibu Kota. Seorang sopir angkutan kota menjadi korban pembakaran oleh sesama sopir di kawasan Tanah Abang, tepatnya di Jalan KH Mas Mansyur,
Peristiwa bermula dari perselisihan antrean penumpang. Korban yang tengah menunggu giliran “ngetem” disebut menegur pelaku karena menyerobot antrean. Teguran tersebut memicu emosi pelaku hingga berujung aksi brutal.
Kapolsek Tanah Abang, Dhimas Prasetyo, menjelaskan bahwa pelaku sempat meninggalkan lokasi sebelum kembali dan melakukan penyerangan. Saat kembali, pelaku langsung menyiramkan bahan bakar ke arah korban yang berada di dalam angkot, lalu menyulut api.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka bakar cukup serius hingga sekitar 40 persen pada tubuhnya dan kini menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Sementara itu, kendaraan angkot yang dikemudikan korban dilaporkan hangus terbakar.
Pihak kepolisian telah memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian dan saat ini masih memburu pelaku yang melarikan diri usai insiden. Penyidikan terus dilakukan untuk mengungkap motif lengkap serta memastikan proses hukum berjalan.
Kasus ini menambah daftar konflik antarpengemudi angkutan umum yang dipicu persoalan antrean dan persaingan penumpang. Di tingkat nasional, kejadian serupa mendorong kembali sorotan terhadap penataan sistem transportasi informal, termasuk pengawasan dan penegakan aturan di lapangan.
Pemerintah daerah dan aparat terkait diharapkan dapat memperkuat regulasi serta pengawasan guna mencegah konflik serupa, sekaligus meningkatkan keselamatan bagi pengemudi maupun masyarakat pengguna transportasi umum.



