Fajarnews.co,Presiden Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan tertutup di Istana Merdeka pada Selasa (21/4), dengan dua tokoh penting Penasihat Khusus Bidang Pertahanan Nasional Dudung Abdurachman dan Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan. Agenda diskusi disebut mencakup isu strategis, mulai dari pertahanan hingga kondisi ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.
Dudung mengungkapkan bahwa dirinya belum mengetahui secara rinci topik yang akan dibahas, namun menegaskan bahwa sebagai penasihat presiden, ia kerap diminta memberikan pandangan terkait berbagai persoalan, termasuk dinamika geopolitik internasional. Ia juga menyinggung isu sensitif seperti overflight tanpa izin serta kerja sama pertahanan dengan Amerika Serikat, yang menurutnya akan dibahas langsung bersama presiden. Dudung menekankan bahwa pelanggaran wilayah udara tetap tidak dibenarkan dalam hukum internasional.
Sementara itu, dalam pertemuan terpisah, Prabowo dan Luhut membahas kondisi ekonomi Indonesia yang dinilai masih stabil. Meski demikian, pemerintah tetap waspada terhadap dampak konflik global yang bisa memengaruhi perekonomian domestik. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, yang menyebut pemerintah tengah menyiapkan langkah antisipatif untuk menjaga pertumbuhan.
Luhut juga memaparkan sejumlah opsi kebijakan guna mempertahankan daya beli masyarakat sekaligus menjaga kesehatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Salah satu fokus utama adalah penguatan digitalisasi pemerintahan, termasuk sistem penyaluran bantuan sosial berbasis teknologi.
Program digitalisasi bansos saat ini sedang diuji coba di Banyuwangi dan direncanakan diperluas ke puluhan daerah lain. Pemerintah berharap langkah ini dapat meningkatkan transparansi sekaligus memastikan bantuan tepat sasaran.
Selain itu, pembahasan juga mencakup peluang ekonomi di tengah perubahan global. Pemerintah melihat potensi untuk menarik investasi asing, khususnya dari kawasan Timur Tengah, dengan mendorong pembentukan Indonesia Financial Center sebagai pusat keuangan baru guna memperkuat daya tarik investasi nasional.



