Fajarnews.co, Kutai Kartanegara – Rangkaian Upacara Pujawali Tahun 2025 di Pura Payogan Agung Kutai Purnamaming Sasih Kalima, Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, resmi ditutup dengan suasana khidmat dan penuh makna pada Rabu (5/11/2025) malam. Kegiatan yang dihadiri ratusan umat Hindu ini menjadi puncak dari perayaan keagamaan yang sarat nilai spiritual, kebersamaan, dan pelestarian tradisi.
Sekitar ratusan umat hadir dalam kegiatan tersebut. Turut hadir Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kalimantan Timur I Made Subamia, Ketua PHDI Tenggarong I Nyoman Surade, Ketua BPH Jawa Timur I Putu Gede Suardana, serta Sekretaris PHDI Kaltim Subami bersama jajaran panitia pelaksana.
Sebelum acara dimulai, pada pukul 16.00 WITA, personel gabungan Polsek Tenggarong dan Polres Kutai Kartanegara melaksanakan apel pengamanan yang dipimpin oleh Ipda Edi Sulistyono. Kegiatan tersebut bertujuan memastikan seluruh rangkaian acara berlangsung aman, tertib, dan lancar hingga penutupan.
Dalam arahannya, Ipda Edi menegaskan pentingnya sinergi dan kedisiplinan seluruh personel di lapangan.
“Saya berterima kasih kepada seluruh rekan yang hadir dan siap bertugas. Mari kita laksanakan pengamanan ini sesuai prosedur dan surat perintah yang ada. Jika ada kendala sekecil apa pun, segera laporkan agar bisa ditangani cepat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar anggota tetap waspada terhadap potensi gangguan serta menjaga semangat dalam menjalankan tugas.
“Kegiatan ini adalah bagian dari pelayanan kita kepada masyarakat. Laksanakan dengan hati, dengan penuh tanggung jawab, dan jaga suasana agar umat bisa beribadah dengan tenang,” tambahnya.
Rangkaian acara penutupan dimulai pukul 19.00 WITA dengan hiburan dan tarian, dilanjutkan dengan persembahyangan bersama, seremonial, laporan keuangan panitia, serta sambutan dari Ketua PHDI Kaltim. Puncak kegiatan diisi dengan Dharma Wacana oleh Pembimas dari Provinsi Jawa Timur, I Putu Gede Suardana, yang kemudian ditutup dengan prosesi nunas tirte atau penerimaan air suci.
Dalam sambutannya, Ketua PHDI Kaltim I Made Subamia menyampaikan apresiasi kepada seluruh umat dan panitia yang telah berpartisipasi dengan penuh tanggung jawab dan ketulusan. Ia mengajak umat untuk menjadikan kegiatan keagamaan ini sebagai momentum memperdalam keimanan serta mempererat persaudaraan antarumat.
“Semoga melalui Dharma Wacana ini, kita semua memperoleh pencerahan rohani dan ketenangan batin di tengah dinamika kehidupan modern yang serba cepat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga semangat bhakti sebagai landasan moral dan spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, dalam Dharma Wacana-nya, I Putu Gede Suardana menekankan bahwa ketulusan dan keikhlasan merupakan inti dari setiap bentuk persembahan. Menurutnya, Tuhan tidak menilai besar kecilnya sesajen, melainkan niat suci di baliknya.
“Ketika pikiran, perkataan, dan perbuatan kita selaras dengan dharma, maka bhakti kita akan menjadi murni dan bermakna,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa bhakti sejati tidak hanya diwujudkan di tempat ibadah, tetapi juga melalui tindakan nyata menolong sesama dengan hati yang tulus. Nilai-nilai tersebut, katanya, menjadi fondasi untuk membangun kehidupan yang damai, harmonis, dan penuh rasa syukur.
Penutupan Upacara Pujawali 2025 di Pura Payogan Agung menjadi simbol kebersamaan dan kekuatan spiritual umat Hindu di Kutai Kartanegara. Seluruh rangkaian berlangsung tertib dan penuh kedamaian, mencerminkan semangat gotong royong dan bhakti yang hidup di tengah masyarakat. (jnl)



