Fajarnews.co, Kutai Kartanegara – Pemerintah Desa Sari Nadi, Kecamatan Kota Bangun Darat, terus berupaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui penguatan kelembagaan desa. Meski Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Koperasi Merah Putih belum aktif sepenuhnya, Kepala Desa Ali Muhammad memastikan pihaknya tengah mencari terobosan baru untuk menggerakkan roda ekonomi lokal.
Menurutnya, BUMDes dan Koperasi Desa masih berada pada tahap penjajakan. Pergantian struktur perangkat desa yang terjadi beberapa waktu lalu membuat sejumlah rencana tertunda, termasuk program ketahanan pangan yang sejalan dengan kegiatan ekonomi desa.
“Untuk Koperasi Merah Putih sementara masih penjajakan-penjajakan saja, belum aktif. Kita masih mencari terobosan supaya bisa jalan,” ujarnya, Kamis (23/10/2025).
Ia menjelaskan, salah satu kendala utama dalam mengembangkan lembaga ekonomi desa adalah keterbatasan sumber daya manusia (SDM). Banyak warga yang belum siap mengelola lembaga secara profesional, sementara tenaga potensial di desa masih terbatas.
“Perubahan struktur kemarin juga berpengaruh. Kita perlu waktu untuk menata kembali dan menyiapkan SDM yang bisa benar-benar menjalankan,” tambahnya.
Selain fokus pada penguatan kelembagaan ekonomi, pemerintah desa juga menaruh perhatian pada potensi wisata lokal. Rencana pengembangan wisata air terjun Luluh sempat menjadi wacana, namun terkendala kondisi lapangan yang tidak memungkinkan untuk dikembangkan.
“Dulu sempat kita rencanakan untuk kembangkan wisata air terjun Luluh, tapi di lapangan ternyata belum memungkinkan. Jadi sekarang kita masih mencari potensi lain,” ungkapnya.
Ia menilai, meski Desa Sari Nadi memiliki potensi alam yang cukup, banyak faktor teknis yang perlu dibenahi terlebih dahulu sebelum sektor wisata bisa dioptimalkan. Pemerintah desa pun masih melakukan pemetaan lokasi yang berpotensi dikembangkan sebagai daya tarik wisata baru.
Di sisi lain, sebagian besar warga Desa Sari Nadi masih menggantungkan penghidupan pada sektor pertanian dan perkebunan sawit. Aktivitas ekonomi ini dijalankan secara mandiri tanpa keterlibatan langsung perusahaan besar.
“Sebagian besar warga bekerja sebagai petani dan tenaga perkebunan sawit. Kalau perusahaan besar lokasinya jauh dari sini, jadi warga lebih banyak usaha sendiri,” katanya.
Ke depan, Ali Muhammad berharap dukungan dari pemerintah kabupaten dan dinas terkait untuk memperkuat sektor ekonomi masyarakat desa, baik melalui BUMDes, koperasi, maupun pengembangan wisata.
“Tanpa dukungan dari OPD dan pemerintah kabupaten, desa tidak bisa berdiri sendiri. Kami berharap ada perhatian agar program ekonomi ini bisa benar-benar berjalan,” pungkasnya. (zln)



